Loading...

Kemenag Resmi Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Kementerian Agama, membuat sebuah program untuk kemudahan pelayanan Haji dengan meluncurkan Aplikasi Haji Pintar.

Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengatakan Aplikasi Haji Pintar ini berbasis OS Android dan bisa di download di Play Store mulai hari ini, Selasa (17/7/2018).

“Pertama kami baru saja melaunching Haji Pintar itu suatu aplikasi berbasis android untuk memberikan inormasi kepada para jemaah tentang pelaksanaan dan proses penyelenggaraan haji secara umum, itu bisa di unduh mulai sekarang,” ucapnya.

Adapun fitur-fitur yang di dapat di aplikasi Haji Pintar ini ada beberapa upgrade terkait hotel atau pemondokan kalau sebelumnya itu hanya informasinya statis sekarang bisa informatif.

“Tiap jemaah maupun keluarga itu bisa melihat secara langsung pemondokan itu dimana, di Mekkah maupun di Madinah hanya dengan memasukkan nomer kloker misalnya Jakarta JKG, 02 itu kloter 2 misalnya tempatnya dimana, di Mekkah di Madinah, sampai kepada titik koordinatnya itu bisa di buka,” jelasnya.

Selain itu, dari fitur yang terbaru diperoleh juga mengenai menu makanan setiap harinya selama di Madinah maupun di Mekkah dan bisa melihat langsung menunya dan jenisnya. Aplikasi Haji Pintar juga akan terus di upgrade untuk kelengkapan pelayanan haji.

“Dan aplikasi ini user friendly,” sambungnya.

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang diberi kepercayaan oleh pemerintah Saudi untuk memulai uji coba biometrik dan dilakukan langsung di embarkasi masing-masing.

Dikatakannya pula, pada pemberangkatan pertama di enam embarkasi, semua jamaah sudah bisa mengambil sidik jari dan rekam biometrik, di masing-masing asrama, dalam prosesnya pihaknya memantau di beberapa lokasi.

“Tadi pagi itu berjalan Alhamdulillah lancar meskipun ada secara teknis misalnya karena gangguan sinyal ada modem tidak aktif , tapi kami berkomitmen bekerjasam sama dengan pemerintah Saudi Arabia untuk meperbaiki kendala-kendala teknis,” lanjutnya.

Mastuki juga menjelaskan bahwa dari biometrik yang sudah ada, dalam mempercepat proses antrian, nantinya hanya satu jari dan langsung ke mata. “Jadi ini bila sambil jalan akan lebih cepat, dan sekarng ini bisa sampai satu jam saja antriannya tidak seperti dulu, memakan waktu antrian hingga 4 jam,” jelasnya.

Lebih lanjut, bagi jemaah yang lanjut usia, ketika tersesat, itu masih bisa menggunakan gelang, yang berisi banyak informasi yang nanti itu bisa dapat di integrasikan. “Ini sedang kami kembangkan. karena problem di saudi ketika musim haji, kendalanya adalah soal sinyal, dan gelang itu bisa di scan menggunakan alat lainnya,” terangnya.

Berita Lainnya
PBHMI Ambil Sikap Netral dalam Pilpres 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menyikapi arah dukungan politik dalam Pemilihan Presiden (pilpres) tahun 2...
Mendagri Optimis Pemilu 2019 Berlangsung Luber dan Jurdil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yakin bahwa Pemilu 2019 akan...
PKPU HI Raih Penghargaan ‘Moeslim Choice Award 2018’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PKPU Human Initiative (HI) memperoleh penghargaan anugerah Moeslim Choice...
Wiranto: Operasi Penyelamatan Korban KKB Terus Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), W...
Proyek Palapa Ring Terkendala Peristiwa Nduga JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengerjaan proyek jaringan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring paket ...
Kanal: Nasional