Loading...

Kemendagri Optimistis Target Rekam Wajib KTP Elektronik Selesai Tahun Ini

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Dorongan yang kuat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo untuk menuntaskan masalah pelayanan administrasi kependudukan khususnya perekaman dan pencetakan KTP elektronik telah menampakkan hasil yang menggembirakan. Tiga masalah besar yang selama ini menjadi kendala dalam pelayanan KTP-el adalah pengadaan blangko, pemeliharaan sistem penunggalan data (Annual Technical Support), dan pengadaan lisensi.

Saat ini, masalah tersebut telah teratasi dengan ditandatanganinya kontrak ATS, pengadaan lisensi, dan kontrak pengadaan blangko KTP-el pada triwulan ke empat tahun 2017.

Dengan demikian semua hasil perekaman KTP-el sudah dapat ditunggalkan dan dicetak pada hari yang sama, surat keterangan (Suket) yang selama ini sebagai pengganti tanda identitas secara berangsur telah dapat diganti dengan KTP-el. Hal ini lantaran blangko KTP-el tersedia dengan jumlah yang cukup di seluruh Indonesia.

Dengan jumlah blanko yang saat ini tersedia cukup dan sudah terdistribusi ke daerah, maka Dirjen Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, SH MH meminta semua kepala dinas untuk mencetak semua hasil perekaman baru dan Suket.

Bagi daerah yang blanko KTP-elnya akan habis agar segera mengambil ke pusat. Saat ini di Ditjen Dukcapil tersedia 2,7 juta keping blanko.

“Kondisi ini membawa dampak positif di berbagai daerah, ditunjukkan dengan antusiasme masyarakat mendatangi pusat-pusat pelayanan. Di sisi lain tampak kegairahan instansi pelaksana dan berbagai komponen bangsa untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan administrasi kependudukan terutama rekam cetak KTP-el,” ujar Prof Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulis yang diterima Korpri.id, Senin (1/1/2018).

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir setidaknya ada tiga event besar di luar pelayanan regular yang mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat yakni Nusantara Expo di TMII, Korpri Expo di kawasan Pasar Minggu, dan Perempuan Peduli Pelayanan Publik di Samarinda dan Balikpapan.

Khusus untuk Nusantara Expo di TMII, setidaknya 31.000 pemohon dari DKI dan luar DKI mengajukan permohonan pencetakan KTP-el.

Pelayanan serupa juga terjadi hampir merata di seluruh Indonesia yang diprakarsai oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan dukungan Pemerintah Daerah setempat, seperti pelayanan pada event car free day, pelayanan di pusat perbelanjaan, mall dan juga pelayanan pada hari libur.

Mendagri Tjahjo Kumolo meyakinkan bahwa dengan perkembangan yang positif ini, sisa target perekaman bagi wajib KTP-el sebesar tiga persen atau setara dengan 6 jutaan penduduk optimis akan dapat diselesaikan pada akhir 2018.

Dalam hal ini masyarakat harus juga aktif mau merekam. Perekaman ini terkendala bila masyarakat tidak mau segera merekam datanya.

Hal yang patut diacungi jempol adalah upaya Mendagri Tjahjo Kumolo yang berhasil mencapai target akta lahir sebesar 85 persen pada tahun 2019 dicapai pada di tahun 2017. Artinya target ini dicapai dua tahun lebih cepat.

Dalam kaitan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019, Kemendagri telah menyerahkan Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) dan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) untuk Pilkada 2018 pada tanggal 27 November 2017 di Surabaya. Sedangkan untuk Pemilu 2019 diserahkan pada 15 Desember 2017 di Jakarta.

Dalam kaitan ini Kemendagri berkomitmen akan terus mengawal proses pemutakhiran data pemilih termasuk memberikan hak akses kepada KPU RI untuk memanfaatkan data kependudukan dalam proses validasi.

Selain KPU saat ini terdapat 731 lembaga yang sudah bekerjasama dengan Dukcapil untuk akses data.

Memasuki tahun politik 2018, di samping memfokuskan pada penyelesaian target perekaman dan pencetakan KTP-el, Kemendagri cq. Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada stabilitas Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), ketersediaan lisensi, blangko KTP-el, dan Annual Technical Support (ATS) serta mengobarkan gerakan “Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan”.

Gerakan ini akan efektif untuk membangun ekosistem administrasi kependudukan yang lebih baik.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
F-PKS Minta Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengutuk penembakan brutal kepada pulu...
Kanal: Nasional