Loading...

Kemendikbud Gelar Percepatan Pencairan Dana PIP di 66 Kabupaten/Kota

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) menggelar sosialisasi sekaligus percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) secara serentak dalam dua gelombang di 34 Kabupaten/Kota pada tanggal 8 s.d. 11 Agustus 2017 dan di 32 Kabupaten/Kota pada tanggal 14 s.d. 17 Agustus 2017.

“Siswa penerima PIP secepatnya akan segera menerima dananya dengan proses pencairan melalui bank yang sudah ditunjuk yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kita mendorong agar segera dicairkan sehingga mereka dapat menggunakan manfaat dana PIP untuk keperluan sekolah”, ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Wowon Widaryat di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Direktur PSD Kemdikbud menambahkan, sampai saat ini sebanyak 423.235 siswa SD telah mencairkan dana PIP.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si mengatakan dengan diterimanya dana bantuan PIP ini, sangat bermanfaat untuk membantu siswa-siswi dalam memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan.

“Gunakan dengan benar untuk mendukung pendidikan anak-anak ibu misalnya membeli buku atau seragam sekolah, jangan sampai dana ini digunakan untuk membeli pulsa“, ujar Sekda Riono.

Sementara itu di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kepala sekolah SDN 1 ,Mongkonit, mengatakan semoga bantuan seperti ini akan selalu ada kedepannya untuk membantu siswa/siswi yang berkekurangan dan juga semoga dalam proses pencairan dan pengaktivasian Buku Tabungan SIMPEL selanjutnya dapat selalu lancar dimanapun di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Salah satu siswa penerima dana PIP di Kabupaten Banyumas Riski Maulana mengaku sangat senang mendapatkan bantuan dan akan menggunakannya untuk membeli peralatan sekolah.

Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman mengatakan bahwa untuk tahun 2017 PIP dialokasikan untuk diberikan kepada 17.927.308 dari seluruh jenjang.

“Untuk SD memang terbesar yaitu 10.360.614, sementara SMP 4.369.968, SMA 1.367.599, dan SMK 1.829.167. Jadi dapat dikatakan bahwa keberhasilan jenjang SD akan sangat menentukan keberhasilan program prioritas Pak Jokowi ini,” ujarnya.

Alpha menjelaskan bahwa Kementerian menargetkan untuk jenjang SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan 20% di akhir Agustus, serta jenjang SMA/SMALB, Pajet C 70%, dan SMK/Kursus 72% di akhir bulan yang sama. Ia menambahkan bawhwa jenjang SMA/SMALB/Paket C dan SMK/Kursus proses pencairan dapat tuntas di bulan November. Sedangkan untuk SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan di bulan Desember.

“Untuk selanjutnya Kementerian juga akan melihat sampai sejauh mana penerima PIP memanfaatkan bantuan sosial ini untuk keperluan sekolah, sampai di mana dampaknya pada upaya mempertahankan anak dari keluarga tidak mampu agar tetap sekolah dan menggiring anak-anak tidak sekolah untuk masuk ke satuan pendidikan. Ini penting agar Kementerian dapat melakukan terobosan-terobosan strategis agar target-target ini tercapai,” ujar Alpha.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Kanal: Nasional