Loading...

Kepala Basarnas Resmikan MEOLUT MCC, Stasiun Satelit Bumi Pelacak Sinyal Kecelakaan

BOGOR (TAJUKTIMUR.COM) – Indonesia akhirnya memiliki peralatan deteksi dini untuk mempercepat respon dan penanganan kecelakaan yang lebih modern. Peralatan deteksi cepat lokasi kecelakaan tersebut ditunjang oleh teknologi modern berupa teknologi satelit SAR yang dikembangkan di Stasiun Bumi Satelit Satelit SAR Indonesia Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) atau disebut juga MEOLUT MCC di Cariu, Bogor.

Maksud pembangunan Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan atau disingkat dengan MEOLUT MCC tersebut adalah tersedianya peralatan deteksi dini Basarnas yang cepat dan akurat sesuai dengan perkembangan telnologi satelit SAR.

Pengadaan MEOLUT MCC ini menggunakan dasar UU No.29/2014 tentang pencarian dan pertolongan yang tertuang pada pasal 61 tentang Pengoperasian Sistem Deteksi Dini; Surat Perjanjian Kerja No. 04/PPK-08/PERJ/III/SAR-2017 Tanggal 20 Maret 2017, tentang Pekerjaan Pengadaan MEOLUT MCC Badan SAR Nasional Pencarian Dan Pertolongan TA 2017.

Pelaksanaan pembangunan MEOLUT MCC ini dilaksanakan dalam kurun waktu 1 tahun anggaran pada tahun 2017 antara lain : Pembangunan stasiun bumi satelit SAR Indonesia meliputi pekerjaan sipil, elektrikal dan instalasi 4 antena beserta peralatan pendukung lainnya dengan waktu pelaksanaan selama 9 bulan, ditempatkan di Balai Diklat Basarnas yang berfungsi sebagai pusat pendekteksian peralatan radio beacon seperti emergency locator transmitter (ELT) untuk moda transportasi udara, emergency position indicating radio beacon (EPIRB) untuk moda transportasi laut/sungai serta personal radio beacon (PLB) yang digunakan untuk perorangan; Dan instalasi mission control center meliputi peralatan server MCC, jalur komunikasi kekantor pencarian dan pertolongan dan instansi lainnya dengan waktu pelaksanaan selama 2 bulan. Ditempatkan di Command Center kantor pusat Basarnas yang berfungsi sebagai pengendali dan pendistribusian hasil pendeteksian peralatan radio beacon berasal dari bumi satelit SAR Indonesia; serta Instalasi jalur komunikasi aeronautical fixed telecomunication network (AFTN) dengan waktu pelaksanaan selama 1 bulan, ditempatkan pada Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) bandara internasional Soekarno Hatta dan Command Center kantor pusat Basarnas yang berfungsi sebagai jalur komunikasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota COSPAS-SARSAT.

Dari hasil pembangunan MEOLUT-IDMCC yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan penanganan kecelakaan transportasi dan kondisi
membahayakan manusia yang dilakukan oleh Basarnas meliputi pendeteksian PLB dari warga negara Amerika pada tanggal 28 Januari 2018 yang megalami ganggian keamanan di wilayah kerja kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, pendeteksian EPIRB dari KM Pinang Jaya dengan 15 POB pada tanggal 31 Januari 2018 yang tenggelam diperairan laut Jawa, dan pendeteksian ELT dari pesawat PK-WSX pada tanggal 20 April 2018 yang jatuh di kawasan pertambangan Indonesia Marowali Induatrial Park di kabupaten Morowali.

“Selain pendeteksian radio beacon di wilayah Indonesia, Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia dapat mendeteksi radio beacon yang dipancarkan dari negara lain”, ujar Direktur Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suprayogi saat menyampaikan laporan pembangunan MEOLUT MCC Basarnas di Bogor, Jumat pagi (04/05/2018).

Ditempat yang sama Kepala Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M menjelaskan kehadiran MEOLUT MCC Basarnas ini lebih modern dari satelit SAR LEOLUT terdahulu yang dimiliki oleh Basarnas. Sebab untuk mendeteksi sebuah lokasi kecelakaan MEOLUT MCC hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit, berbeda dengan LEOLUT yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menemukan sebuah titik lokasi kecelakaan.
Namun untuk mempermudah penemuan lokasi kecelakaan, menurutnya armada yang mengalami kecelakaan dan yang bisa dicari/terdeteksi oleh MEOLUT haruslah dilengkapi dengan radio beacon seperti ELT untuk moda transportasi udara, EPIRB untuk moda transportasi laut/sungai, dan PLB untuk perorangan. Alat tersebut merupakan bagian dari kelengkapan keamanan (safety) dalam perjalanan moda transportasi.

“Hanya kapal laut, pesawat udara dan orang yang dilengkapi radio beacon atau alat navigasi yang merupakan bagian dari safety yang bisa dideteksi oleh MEOLUT MCC Basarnas”, terang Kepala Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M usai meresmikan MEOLUT MCC Basarnas di Cariu, Bogor.

Ia menambahkan selain Indonesia, negara lain di kawasan Asia Tenggara yang juga memiliki satelit SAR buatan Amerika tersebut adalah Singapura, dan Australia. Di Indonesia sendiri, saat ini ada 2 lokasi pemasangan satelit SAR Basarnas, yakni empat unit satelit SAR MEOLUT MCC Basarnas yang terpasang di Cariu, Bogor (Jawa Barat) dan di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran-Jakarta. Nantinya informasi yang diterima oleh MEOLUT MCC di Bogor juga bisa diterima oleh Kantor Pusat Basarnas yang berada di Jakarta, karena Kantor Pusat Basarnas di Jakarta juga memiliki perangkat yang sama dan dilengkapi dengan layar monitor berukuran besar. Sehingga melalui layar monitor yang ada, Basarnas dapat dengan mudah melihat temuan sinyal lokasi kecelakaan dimanapun, khususnya di wilayah Indonesia. Dengan demikian apabila ditemukan suatu sinyal kecelakaan, maka Basarnas dapat langsung meneruskan informasi tersebut kepihak/institusi terkait, tidak hanya dalam cakupan wilayah Indonesia tapi juga negara lain. (dw)

Berita Lainnya
BMKG: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi BANDAR LAMPUNG, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung ...
Bendera 73 Meter Dikibarkan di Gili Trawangan GILI TRAWANGAN, TAJUKTIMUR.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) jadi pemicu pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (N...
Yohanis Gama Marschal Lau, Pemanjat Tiang Bendera di Atambua Dapat Beasiswa dari PLN KUPANG, TAJUKTIMUR.COM -- Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut ...
Panglima TNI Apresiasi Siswa SMP Panjat Tiang Bendera di Atambua   JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan apresiasi kepada Johannes Adekalla siswa Kelas VII ...
Tuding PDI-P Produksi Hoax, Gerindra: Lebih Baik Ingatkan Presiden Penuhi Janji Kampanye 2014 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Partai Gerindra menuding PDI-P setiap hari memproduksi berita palsu (hoax) karena terus mempersoalkan dugaan uang mahar sebe...
Kanal: Nasional