Loading...

Keselamatan Penerbangan RI Peringkat 55 Dunia

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Sektor Perhubungan Udara Indonesia meraih prestasi yang membebanggakan dengan pencapaian audit keselamatan penerbangan internasional yang jauh di atas rata-rata dunia. Dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tanggal 10-18 Oktober 2017 lalu, nilai efektivitas  implementasi Indonesia mencapai  81,15%.

“Pencapaian ini jauh di atas rata-rata efektivitas implementasi negara-negara lain di dunia yang 62%,” ungkapkan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, di Jakarta, Selasa (21/11) kemarin.

Menurut Agus, dengan hasil ini, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Pasifik, Indonesia menduduki rangking ke-10. Sedangkan kalau di antara negara-negara seluruh dunia, Indonesia naik ke peringkat ke 55 dimana sebelumnya hanya berada pada peringkat 151.

“Keberhasilan ini merupakan buah kerja sama yang saling melengkapi diantara regulator dengan operator. Hal ini juga menunjukkan kinerja penerbangan Indonesia diakui dengan sangat baik oleh dunia Internasional. Terutama dalam hal implementasi aturan-aturan keselamatan penerbangan internasional yang tercantum dalam Annex 1 sampai 19 ICAO,” tuturnya.

Agus menambahkan, ICAO merupakan organisasi dunia yang mengatur dan mengaudit pemenuhan keselamatan pada penerbangan sipil. Di tahun 2007 Indonesia, hanya mengantongi angka pemenuhan 54,95 %, di mana Organisasi Ekonomi Penerbangan Eropa atau Europhean Union (EU), menjatuhkan larangan terhadap maskapai Indonesia untuk terbang di Eropa (EU Ban).

Di tahun 2014, angka yang dicapai Indonesia sempat menurun drastis, yakni menjadi 45%. “Inilah yang menjadi bahan cemoohan dunia penerbangan bahwa hasil penilaian keselamatan penerbangan di Indonesia rendah, di bawah Angola,” kata Agus.

Agus menjelaskan, melihat rendahnya penilaian keselamatan penerbangan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pihaknya mencanangkan kerja keras bersama dan fokus untuk menggarap agar ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) yang jatuh pada bulan Oktober 2017. “Hasilnya nilai tinggi di atas rata-rata dunia, bahkan bisa mencapai angka fantastis sebesar 81,15%,” jelasnya.

Agus juga menegaskan, penilaian yang dilakukan ICAO itu menyangkut berbagai protokol question terdiri dari 8 elemen area, mulai dari legislasi, organisasi, lisensi perseorangan, pengoperasian, kelaikan terbang, navigasi, Search and Resque, dan bandara. Hampir semuanya menunjukkan pertumbuhan tajam dari titik terendah di tahun 2014, kemudian melonjak tajam pada tahun 2017.

“Capaian 81,15% itu diraih dengan penguasaan technical dan managerial leadership dengan cara mengajak semua stakeholder yang terlibat dalam penerbangan menyadari pentingnya keselamatan melalui pemenuhan aturan yang telah disiapkan secara konsisten. Capaian tersebut telah dikonfirmasi dengan President ICAO & Direktur Navigasi Beurau serta Staf ICAO yg bertanggung jawab USOAP di Head Quater Montreal,” kata Agus.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
10 Pemerhati Anak Terima Penghargaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak pada Minggu memberikan penghargaan kepad...
BMKG: Hujan Ekstrim Berpotensi Terjadi hingga Desember BOGOR, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor...
Ma’ruf Amin: Program Jokowi dirasakan Masyarakat LEBAK, TAJUKTIMUR.COM - Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan program yang dijalankan Presi...
Soal Perda Keagamaan, Maarif Institute Sayangkan Kriminalisasi Grace Natalie JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz menyayangkan krim...
KPPPA: Mengatasi Narkoba Pekerjaan Bersama JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung...
Kanal: Nasional