Loading...

Ketua Umum SPN Beri Apresiasi Positif Atas Kinerja POLRI Dalam Pengamanan Pemilu

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak kemarin, banyak pihak yang begitu khawatir dengan kondisi keamanan. Khawatir apabila aparat terutama kepolisian tidak sanggup mengantisipasi dan mengatasi gangguan atau benturan-benturan yang terjadi saat pemilu berlangsung.

Namun akhirnya kekhawatiran itu tertepis dengan suksesnya penyelenggaraan pilkada serentak di 171 daerah dengan rincian : 17 provinsi untuk pemilihan Gubernur, 115 kabupaten untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati, serta 39 kota untuk pemilihan Walikota dan wakil Walikota diseluruh Indonesia pada Rabu, 27 Juni 2018 lalu.

Hal itu diakui pula oleh tokoh buruh Iwan Kusmawan (52),  Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN). 

Menurutnya pada pelaksanaan Pilkada serentak lalu banyak orang khawatir akan terjadi hal-hal di luar dugaan tapi ternyata itu tidak terjadi. Kekhawatiran berikutnya adalah bahaya hoax yang biasanya merebak menjelang pemilu.

Terkait dengan istilah hoax, Iwan menilai ternyata himbauan anti hoax yang dilakukan oleh aparat (POLRI) berjalan efektif. 

Himbauan yang dikeluarkan oleh berbagai kalangan, misalnya dari kalangan aparat  Polri dan TNI yang melibatkan para tokoh masyarakat dan pemuda, serta semua golongan betul-betul efektif, artinya masyarakat tidak terprovokasi oleh berita hoax. Tetapi keberhasilan itu juga tercipta karena adanya sinergitas yang terbangun antara  pihak Kepolisian dalam meningkatkan keamanan yang tidak hanya serta-merta dengan menambah banyaknya jumlah pasukan tetapi juga bagaimana caranya melakukan komunikasi yang baik dengan seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. Kalau langkah itu tidak dilakukan ia yakin hoax akan bergerak dengan cepat dan itu bisa saja menimbulkan efek.

Dalam pandangannya Pilkada serentak menjadi poin penting keberhasilan aparat dalam menjaga keamanan.  Di beberapa daerah hoax yang terjadi tidak menjadi isu nasional karena itu dianggap sebagai isu daerah. “Jadi situasi pilkada kemarin kita anggap kondusif. Begitupun pada Pilpres 2019 kita berharap pada pengalaman pilkada dan pilgub serentak harus juga lebih ditingkatkan”, ujar Ketua Umum SPN Iwan Kusmawan di kantor sekretariat SPN jl. Pasar Minggu, Jakarta (Rabu,29/08/2018).

Pada pengamanan Pilpres nanti, ia berharap aparat keamanan, khususnya POLRI tidak melakukan tindakan represif terhadap masyarakat dalam semua hal. Sebab berdasar contoh-contoh yang terjadi di beberapa daerah, menurutnya sikap represif itu justru menimbulkan resistensi. Maka hal itu harus dikembalikan dengan meningkatkan keamanan yang baik dan efektif yakni dengan menghimpun kebersamaan antara aparat Kepolisian (POLRI) dan TNI dengan masyarakat, karena itu kunci dari demokrasi.  Iwan juga masih mempercayakan aparat terutama kepolisian untuk menjaga keamanan,  sebab sebagai pemegang tupoksi utama yang dibantu oleh masyarakat.

Kunci demokrasi bisa aman dan damai adalah komunikasi. Jika sikap represif yang dimunculkan, orang justru akan memberi label antipati. 

Untuk melancarkan komunikasi agar terjalin lebih baik, maka menurutnya pejabat tinggi (para elite) baik di tingkat pusat maupun daerah harus mau turun ke masyarakat. Mewakili kalangan buruh, Iwan juga menyampaikan kriteria dan harapannya terhadap para pemimpin/pejabat elit negeri ini, ia berharap agar pemimpin jangan alergi terhadap aksi (terutama yang dilakukan buruh) karena dengan adanya aksi berarti ada sesuatu yang terjadi dan harus dibenahi. Ia juga berharap Indonesia memiliki pemimpin yang benar-benar memiliki empati, tidak sekedar pencitraan

“Pada pilgub kemarin betul-betul pembuktian.  Saya orang Jawa barat yang betul-betul datang ke TPS lalu pergi ke daerah-daerah, dan kondisi betul-betul kondusif”, ungkap Iwan menyikapi keberhasilan aparat dalam menjaga keamanan pilkada serentak 2018.

Suksesnya penyelenggaraan pemilu juga tidak hanya dilihat dari kinerja aparat, melainkan juga dari tingkat partisipasi masyarakat. Khususnya dikalangan buruh/pekerja, Iwan berharap kalangan buruh (pekerja) menggunakan hak demokrasinya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.  Sebab menurutnya sebagai warga negara yang baik, setiap orang harus mempunyai konsep untuk membangun negara. Dengan tidak ikut memilih (dalam pemilu) berarti dia tidak punya konsep untuk ikut membangun negara. “Buat apa kita punya KTP dan didata tapi tidak ikut pemilu? Itu sia-sia, kecuali jika kita tidak punya harapan sama sekali terhadap negara ini”, tegasnya.

Kedepan agar pemilihan presiden (pilpres) 2019 juga berjalan lancar, Iwan tak lupa mengajak para buruh, khususnya SPN untuk tidak golput.

“Saya mengajak seluruh anggota SPN untuk ikut pemilu. Dan yang jelas kita (SPN) tidak punya slogan untuk golput”, ajak Ketua Umum SPN, Iwan yang pada pemilu 2019 nanti akan mencoba ikut bertarung sebagai kandidat anggota DPD Jawa Barat.

Berita Lainnya
KPU: Jokowi Tak Boleh Gunakan Istana untuk Kampanye JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang Presiden Joko Widodo menggunakan Istana Kepresidenan untuk agenda-agenda terkait pesta politik tahun depan....
Ini 36 Program Ekonomi Prabowo-Sandiaga untuk Indonesia Sejahtera JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden peserta Pilpres 2019 Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presidennya Sandiaga Uno telah mengirimkan visi dan misi kepada Komisi Pemi...
Nama Ketua Kadin Dan HIPMI Masuk Timses Jokowi-Ma’ruf JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roslani dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil masuk ke da...
Indonesia Mendapat Alokasi USD 78,48 Juta untuk Lingkungan Hidup dan Kehutanan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia mendapat dukungan internasional. Sebanyak USD 78,48 juta dari total dana Global En...
Wartawan Kompeten Bisa Jadi Agen Perubahan di Daerah SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Wartawan kompeten serta profesional menjadi syarat mutlak. Berbagai upaya untuk mewujudkan itu terus dilakukan salah satunya adanya Uji Kompete...
Kanal: Nasional