Loading...

Ketum PJT Ajak Tokoh Masyarakat Ikut Atasi Kemiskinan Di Jawa Tengah

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM. COM) – Ribuan masyarakat asal Jawa Tengah memadati areal anjungan provinsi Jawa Tengah sejak Sabtu pagi (09/12/2017) hingga Minggu dinihari (10/12/2017) untuk mengikuti Jalan nya acara pesta rakyat dan malam pengukuhan para pengurus Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang baru. Acara pesta rakyat juga di isi dengan bazaar, dialog Budaya, dan pentas aneka kesenian tradisional Jawa Tengah.

Malam Pengukuhan Pengurus Paguyuban Jawa Tengah Periode 2017-2022 sendiri dilaksanakan pada malam harinya di Pendopo Anjungan Jawa Tengah, Kompleks  Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan menggelar pentas seni budaya wayang kulitnya yang mengambil lakon Gatot Kaca.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata, perwakilan dari pihak Gubernur Jawa Tengah, serta sejumlah mantan pejabat teras (para mantan menteri) dan para “bintang” (para purnawiran TNI berangkat jenderal) yang masuk kedalam jajaran pengurus/penasehat PJT, dan dihadiri oleh perwakilan/komunitas perantauan dari 35 Kabupaten yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Didalam sambutannya ketua umum PJT periode 2017-2022, Drs Leles Sudarmanto, MM mengingatkan pentingnya para tokoh masyarakat maupun pejabat yang bergabung dalam PJT untuk ikut memberikan kontribusinya dalam upaya pengentasan kemiskinan yang terjadi di provinsi Jawa Tengah.

Menurut Leles, provinsi Jawa Tengah paling terkenal diseluruh dunia namun jika dibandingkan dengan tingkat angka kemiskinan di seluruh Indonesia, Jawa Tengah justru menempati urutan ketiga dari bawah. Alasan inilah yang membuat dirinya mengajak seluruh tokoh masyarakat yang aktif dalam paguyuban untuk ikut memberikan kontribusinya, terutama dalam pengentasan kemiskinan di provinsi Jawa Tengah.

“Kenapa untuk angka kemiskinan Jawa Tengah menempati nomor urut ketiga dari bawah dibandingkan seluruh provinsi yang ada di Indonesia?  Karena itu kami mengajak seluruh tokoh yang  ada di dalam paguyuban untuk turut serta memberikan kontribusinya dalamm pengentasan kemiskinan di provinsi Jawa Tengah”, ajak Leles.

Ia juga menekankan bahwa apa yang dilakukan dalam program paguyuban lebih ditujukan untuk kepentingan akhirat bukan pengurus. Oleh karena itu dirinya berharap agar para tokoh paguyuban mampu memisahkan kepentingan politik maupun lainnya diluar paguyuban.

Selain program pengentasan kemiskinan, sekarang ini PJT juga mengadakan beasiswa untuk tingkat mahasiswa dan siswa sekolah dan pengadaan fasilitas ‘pap smear’ gratis bagi kaum perempuan.

“Saya harap para tokoh paguyuban ini juga mampu memisahkan kepentingan politik maupun lainnya diluar paguyuban”, tutup Leles.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Indef: Visi Jokowi Terkait B100 Sulit Dicapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly ...
Soal Ledakan, Wiranto: Ada pihak yang iseng dan usil sengaja membuat kericuhan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wi...
Kanal: Nasional