Loading...

KM Lestari Maju Karam Bersama Uang Miliaran Rupiah

SELAYAR, TAJUKTIMUR.COM – Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di wilayah perairan Indonesia, namun kali ini yang menghebohkan justru adanya uang bernilai Rp 30 Miliar keluaran Bank Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) yang dikabarkan berada didalam sebuah mobil kas BPD Suselbar yang berada didalam kapal. Uang tersebut konon merupakan gaji ke 13 ASN pulau Selayar. Namun kabar terakhir yang diperoleh, informasi mengapungnya uang miliaran tersebut adalah hoax, sebab tim Polairut telah mengamankan uang itu yang memang masih berada didalam mobil kas dan kini masih berada dikapal.

Lokasi kejadian di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada hari ini, Selasa, 03 Juli 2018 sekitar pukul 14.50 WITA. Informasi adanya uang berjumlah miliaran beredar melalui sosial media (sosmed) dengan disertai foto-foto detik-detik para penumpang mengenakan jaket pelampung dan ikatan-ikatan uang yang terapung disepanjang tepian pantai. Benar-tidaknya kabar tersebut hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Kapal KM Lestari Maju dikabarkan tenggelam saat berada di ujung Paba’dilang Kepulauan Selayar. Kapal penumpang yang memuat 139 orang beserta 18 unit kendaraan roda dua dan 30 unit kendaraan roda empat ini berada diposisi ditengah laut saat berlayar dari Bira menuju pelabuhan Pamatata’. Dugaan sementara kapal  mengalami kebocoran dibadan kapal, selain itu ombak dilautan juga deras menghantam badan kapal. Ratusan penumpang dikabarkan segera memakai pelampung dan terjun kelaut begitu menyadari kapal mulai karam.  KMP Bontoharu juga dikabarkan bergerak untuk menuju lokasi mengangkut penumpang yang berada di laut. Namun untuk validasi  informasi korban jiwa hingga kini masih simpang siur karena masih dalam proses pendataan.
Meski demikian menurut PMI Sulsel, sejumlah personil PMI sudah menuju lokasi dengan jarak tempuh 1 jam ke pelabuhan Pamatata Selayar.

Sementara itu dari pernyataan resmi
Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktur Jenderal Perhubungan Laut (DJPL), Gus Rional dalam siaran persnya sore ini menyatakan Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar.

“Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk dan oleh Nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta hari ini (3/7/2018).

Sebelumnya, kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju dikabarkan tenggelam di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WITA.

“Kapal KMP Lestari Maju tujuan
Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar,” ujar Dirjen Agus.

Saat ini proses evakuasi terus dilakukan oleh kapal-kapal nelayan dan tim evakuasi dari Basarnas. Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi sedangkan sebagian lagi masih di atas kapal. Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP. Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa.

Adapun kapal KMP Lestari Maju tersebut membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

“Seluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan (life jacket) serta telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari Nakhoda dibantu kru kapal,” tutup Dirjen Agus.

Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira – Pamatata.

Kapal dengan panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat GT. 1519 berbahan dasar baja memiliki jumlah geladak 1 buah dan jumlah baling-baling 2 buah serta daya mesin sebesar 650 HP.

Berita Lainnya
Heli MI-8 Lakukan ‘Water-Bombing’ Wilayah Terdampak Likuifaksi Sulteng PALU, TAJUKTIMUR.COM – Helikopter MI-8 mulai melakukan kegiatan water-bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak likuifaksi, seperti Petobo, Balar...
Iklan Rekening Dianggap Curi Start Kampanye, Ini Komentar Erick Thohir JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam pemasangan iklan berisi nomor reken...
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
AMCF Dirikan Tenda Hunian Sementara untuk Pengungsi Gempa Donggala DONGGALA,TAJUKTIMUR.COM - Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mendirikan tenda hunian sementara (huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Lapangan Bola Sipi, Sipi, Si...
Kanal: Nasional