Loading...

KPK: Dua Alat Bukti Terpenuhi, Calon Kepala Daerah Jadi Tersangka

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan menegaskan bahwa calon kepala daerah tetap bisa jadi tersangka jika ditemukan dua alat bukti dugaan tindak pidana korupsi.

‎”Status calon kepala daerah tidak mempengaruhi, sepanjang dua alat buktinya sekarang memenuhi, ini kalau ya,” kata Basaria, kemarin.

Ia menegaskan, jika pihaknya sudah menemukan dua alat bukti yang berkecukupan maka tak menutup kemungkinan KPK bisa menjerat calon kepala daerah. “Jika ada calon kepala daerah yang terseret kasus korupsi, pihaknya akan segera mengumumkan ke publik,” ucapnya.

‎”Kalau memang dua alat bukti sudah terpenuhi, dan kita sepakat untuk dinaikan ke penyidikan, seperti biasa pak Febri nanti akan informasikan ke teman-teman,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengindikasikan sudah mengantongi nama tersangka dari calon kepala daerah. Hanya saja, Agus belum mendapatkan persetujuan dari empat pimpinan KPK lainnya untuk menetapkan calon kepala daerah tersebut sebagai tersangka.

Agus menyatakan, akan segera melakukan rapat atau berembuk dengan empat pimpinan lainnya untuk menetapkan status tersangka kepada salah satu peserta konstestasi Pilkada serentak 2018.

“Saya belum dapat ijin dari empat pimpinan lain (untuk menetapkan tersangka). Kalau empat pimpinan lain tidak setuju (jadi tersangka) kan ya nanti dibicarakan,” kata Agus, Selasa, (6/3).

Ia menjelaskan, untuk menetapkan tersangka terhadap calon kepala daerah tersebut memang harus berdasarkan keputusan dari lima pimpinan lembaga antirasuah. Tapi yang jelas, KPK tinggal tunggu waktu untuk menetapkan seorang epala daerah sebagai tersangka.

“Nanti kolektif kolegial mungkin nanti akan ada kesepakatan bersama apa diumumkan sebelum atau sesudah Pilkada, itu yang kita sampaikan,” terangnya.

Dia juga tidak membantah jika ada calon kepala daerah yang sudah lama jadi bidikan KPK. Bahkan, pihaknya tak menutup kemungkinan akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap calon kepala daerah itu dalam waktu dekat. “Sudah lama dalam pengawasan KPK, melalui OTT salah satu caranya,” tegas Agus.

(as)

Berita Lainnya
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Kanal: Nasional