Loading...

Kunjungi Dewan Dakwah, Kapolri Minta Maaf Soal Polemik Video

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Kapolri Tito Karnavian berkunjung ke kantor Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Rabu (7/2). Dengan memakai baju koko putih, celana hitam dan berpeci, kedatangan Tito disambut Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. Mohammad Siddik, MA, beserta pimpinan 13 organisasi Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI). Pertemuan dimulai sejak pukul 17.00 WIB dan selesai sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam pertemuan awal, Kapolri Tito diterima di ruang Ketua Umum, dan setelah itu dibawa memasuki ruang meeting Dewan Da’wah dimana telah menunggu para pimpinan ormas yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) dan para wartawan.

Kapolri sempat melakukan sholat maghrib berjamaah di masjid Al-Furqan dan selanjutnya melakukan pertemuan tertutup dengan Dewan Da’wah dan MOI, membicarakan masalah-masalah keummatan, situasi politik, ekonomi keummatan dan masalah-masalah lainnya.

“Ini adalah kunjungan silaturahim saya kepada Dewan Da’wah. Selama saya menjadi Kapolri, baru kali ini saya berkunjung ke Dewan Da’wah,” ujar Kapolri.

Terkait Video pernyataan Kapolri yang bermuatan pro NU & Muhammadiyah, Kapolri menyatakan, “Ini kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi,” ujar Tito.

Menurutnya video itu aslinya berdurasi sekitar 24 menit, dan yang viral dengan durasi dua menit itu adalah potongannya. “Padahal aslinya saya bahkan banyak mengkritik NU dan Muhammadiyah. Bahkan secara lisan kritikan saya yang disampaikan ke tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah lebih banyak. Tetapi memang, karena itu adalah pertemuan internal NU, jadi sambi mengkritik, saya juga mengangkat lagi,” jelas Tito.

Ia menerangkan, dalam video itu pada intinya mengatakan ada semacam hal yang perlu diwaspadai oleh NU dan Muhammdiyah tentang beredarnya informasi adanya ketidakpuasan di (level) grass root kepada kalangan elit (karena merasa suaranya tidak didengar). “Itu aja sebenarnya yang saya sampaikan waktu itu,” jelas Tito.

Namun demikian, Kapolri Tito Karnavian dengan tulus menyatakan permohonan maafnya kepada seluruh ormas Islam dan ummat Islam akibat potongan video tersebut. Ia telah menjelaskan dihadapan Ketua Umum Dewan Da’wah Mohammad Siddik beserta seluruh pimpinan ormas yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI).

“Alhamdulillah bapak-bapak yang hadir, para pimpinan ormas dapat memahami bahwa saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menafikkan ormas-ormas Islam yang lain. Bahkan saya sangat ingin bersinergi dengan semua elemen masyarakat, khususnya ormas-ormas Islam,” papar dia.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Bawa Narkoba, Polisi Tembak Mati Warga Malaysia MEDAN, TAJUKTIMUR.COM - Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai, Polda Sumatera Utara, menem...
Papua Barat paling rendah Tingkat Kepatutan Pelaporan Harta Kekayaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Ba...
Pushidrosal TNI-AL Temukan CVR Lion Air JT-610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diga...
Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dari lima tema besar Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wak...
Relawan Jokowi – Prabowo gelar Pertandingan Persahabatan KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Relawan pendukung pasangan Jokowi - KH Ma`ruf Amin dan Prabowo - Sand...
Kanal: Nasional