Loading...

LSI: PKB dan Partai Demokrat Bersaing di Pemilu 2019

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Persaingan sengit akan terjadi untuk partai politik yang menempati posisi empat di Pemilu 2019 mendatang. Pasalnya, posisi tiga besar di Pemilu 2019 diprediksi bakal kembali ditempati PDIP, Golkar, dan Gerindra.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar mengungkapkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Demokrat menjadi partai yang paling berpeluang untuk menempati posisi empat besar tersebut.

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan pihaknya mengenai elektabilitas partai menjelang tahun politik.

Dalam survei LSI, kata Rully, Demokrat berada di posisi ke empat dengan perolehan 6,2%. Sementara PKB berada persis di belakang Demokrat dengan perolehan 6,0%.

“Selisih suara antara kedua partai ini sangat tipis, yakni hanya 0,2%,” ‎kata Rully saat merilis hasil surveinya di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Dari hasil tersebut, ia menilai jika persaingan keduanya akan berlangsung sengit. Bahkan persaingan antara PKB dan Demokrat sudah ‎terjadi sejak Desember 2017, dimana perolehan suara keduanya hanya terpaut 0,3%.

“Desember 2017, PKB 5,5% dan Demokrat 5,8%,” paparnya.

Rully menilai saat ini posisi partai besutan Muhaimin Iskandar itu lebih diuntungkan dari partainya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isu agama yang sedang seksi menjadi salah satu faktornya.

“‎PKB diuntungkan dari Demokrat dengan isu Islam yang lagi seksi,” kata Rully.

Jika Demokrat mampu menemukan isu baru yang menggugah pemilih, maka partai pemenang di Pemilu 2009 lalu itu akan mampu melewati PKB. Salah satu faktor yang mampu mendongkrak posisi kedua partai tersebut ialah pemilihan capres dan cawapres di 2019.

“Cak Imin (Muhaimin Iskandar -red) dan Agus Harimurti Yudhoyono jika bersaing sebagai cawapres maka sama-sama akan menaikan rating partai,” katanya.

Survei ini dilakukan pada 7-14 Januari 2018 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih berdasarkan multistage random sampling. Wawancara tatap muka dilakukan serentak di 34 provinsi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber dengan margin of error sekitar 2,9%.

(dw)

Berita Lainnya
Indonesia Diminta Berperan Lebih Stategis Hentikan Diskiriminasi Terhadap Suku Uighur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok yang be...
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Kreativitas Jurnalis Muda Meningkatkan Literasi Warga BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Kaum muda millennial harus kreatif, karena perkembangan ilmu dan teknologi ...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Kanal: Nasional