Loading...

Mahasiswa Bisa Cegah Hoax

YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Pemilu 2019 merupakan konstentasi yang luar biasa yang bisa dinikmati bersama tetapi fenomena yang ada hari ini justru banyak diciderai oleh oknum yang tidak mengikuti aturan , oknum yang melakukan penyimpangan besar-besaran, menyebarkan hoax sebagai alat politik untuk pemenangan dan fitnah dimana-mana, sehingga masyarakat Indonesia yang hendak mengikuti pemilu menjadi bosan dan acuh, serta tidak percaya lagi dengan Pilpres 2019. Masyarakat menjadi kurang antusias. Pandangan ini disampaikan oleh Muhammad Iqbal Harafa, Presiden Presma Universitas Sumatera Utara (USU).

Hoax sebenarnya sejak dulu sudah ada tapi uniknya ketika Pilpres 2019 seperti ada suatu kekuatan luar biasa yang membuat perkembangan hoax luar biasa pada kali ini.

Kepentingan elit dan perkembangan IT  baik itu medsos internet maupun media massa dijadikan sebagai media pendukung untuk menyebarkan hoax dimasyarakat.

Untuk menghindari hoax, sebenarnya kembali pada diri pribadi masing-masing karena jika di Kementerian BEM USU, justru berinisiatif membuat Satgas anti Hoax.

“Kami sebagai kalangan mahasiswa mencoba menjalankan tugas sebagai mahasiswa yang mempunyai fungsi terhadap masyarakat dan bangsa, kita sedang menyusun program kerja kedepan,” ujar Iqbal disela-sela kegiatan Munas BEM Seluruh Indonesia di Yogyakarta (Sabtu,01/03/2019).

Dari satgas ini nantinya akan membuat jaringan komunikasi (jarkom) antar kampus, yang kegiatannya antara lain dengan mendiskusikan sebuah berita hoax, misalnya isu perihal surat suara yang dicoblos akan dibahas dan ditelusuri kebenarannya.

Ia menambahkahkan bahwa lembaga-lembaga mahasiswa umumnya ingin turut ambil bagian dalam memerangi hoax dengan caranya masing-masing. Karena itu juga bisa jadi ke depan Satgas Anti Hoax BEM USU akan bekerja sama dengan Kominfo maupun Kepolisian.

“Kalau saja semua mahasiswa berkomitmen membuat program untuk memerangi hoax yang merupakan bagian dari pesan untuk pemilu damai, tentu merupakan gerakan yang luar biasa dan menolong masyarakat dari pengaruh-pengaruh negatif akibat hoax”, ungkapnya.

Mahasiswa berharap  penyelenggara pemilu (KPU), mampu menjadikan konsep pemilu 2019 ini sebagai rule model dunia yang baik dan bisa lebih dikembangkan. Sebab pemilu serentak yang diselenggarakan kali ini merupakan hal yang tidak biasa (luar biasa) dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Tapi sayangnya menurut Iqbal KPU belum berimbang pada konstentasinya. KPU masih cenderung fokus pada penyelenggaraan pilpres, sehingga pemilihan umum untuk para caleg masih belum mengenai substansinya. Pencalegkan baru sekedar jargon dan sekedar perang subtansi. Para caleg kurang menonjolkan program dan kualitasnya untuk diketahui publik. Jika pemilu 2019 ini berhasil maka akan menjadi kemajuan yang positif bagi bangsa Indonesia, namun bahayanya jika pemilu 2019 ini tidak mampu tergarap dengan baik oleh KPU maka akan menjadi buruk hasilnya  bagi Indonesia kedepan.

“Kalau dampaknya bagus, akan berdampak pada Indonesia kedepan, tapi kalau buruk maka Indonesia tidak akan baik-baik saja kedepan”, ujar Iqbal.

Iqbal berharap masyarakat harus lebih cerdas, jangan terlalu terbawa dengan euforia politik. “Jangan mau dipecah belah. Memilih wajib tapi jangan mau terprovokasi,” ajak Iqbal yang yakin Pemilu 2019 akan berjalan damai.

Saat menyinggung golput menurutnya bisa saja terulang angka golput lebih besar, sebab banyak golongan mahasiswa yang menyerukan golput lantaran mereka merasa bosan dengan debat capres/cawapres yang tidak ada perkembangan sejak 2014. Dalam pandangan mahasiswa menurutnya debat capres kali ini hanya ada perang sensasi yang tidak menyentuh substansi penyelesaian masalah negeri ini.

Karena itu pada tiga sisa debat capres kedepan, ia berharap agar debat lebih dibangun dari sisi keilmuannya, lebih konstruktif dan produktif, to the point, jangan hanya perang subject dan perorangan. Tapi lebih pada program dan visi misi kerja yang konkrit untuk dicapai. Misalnya, 50% utang luar negeri Indonesia akan dikembalikan atau dalam 100 hari kerja perusahaan-perusahaan asing akan ditutup oleh Pemerintah.

Berita Lainnya
Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Malu...
Fokus Ibadah Ramadan, Haedar Nashir Imbau Medsos ikut ‘Puasa’ MAGRLANG, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau umat Islam...
Dilaksanakan Nanti Sore, Inilah Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadan 1440H JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama akan melangsungkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 H, pad...
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Aa Gym: Prabowo-Sandi Pilihan Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - KH Abdullah Gymanstiar memberikan dukungan untuk capres dan cawapres nomor...
Kanal: Nasional