Loading...

Majelis Hakim PTUN Jakarta Menolak Gugatan HTI

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan yang diajukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Keputusan itu disampaikan oleh tim Majelis Hakim dalam sidang oembacaan keputusan perkara gugatan HTI terkait pencabutan Badan Hukum HTI.

Didalam alasan penolakan gugatan tersebut, Ketua Majelis Hakim Tri Cahya Indra Permana menilai ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terbukti ingin mendirikan negara khilafah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bukti ini dijadikan salah satu pertimbangan hakim untuk menolak gugatan yang diajukan HTI terkait pembubaran ormas.

“Menimbang bahwa karena penggugat (HTI) sudah terbukti ingin mendirikan negara Khilafah Islamiyah di NKRI tanpa ikut pemilu dan hal tersebut sudah dalam bentuk aksi dan bukan hanya konsep atau pemikiran,” ucap Ketua Majelis Hakim Tri Cahya Indra Permana dalam sidang putusan di PTUN Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurut Hakim, hal itu terlihat dari bukti-bukti yang ditampilkan saat persidangan berlangsung.

Salah satu bukti yang dipertimbangkan majelis hakim ialah buku ‘Struktur Negara Khilafah’ yang diterbitkan HTI pada tahun 2005.

“Menimbang bahwa buku ‘Struktur Negara Khilafah’ yang diterbitkan HTI 2005, penggugat memandang demokrasi adalah sistem kufur karena menjadikan kewenangan ada di tangan manusia bukan pada Allah. Dengan demikian, penggugat tidak menghendaki adanya pemilu,” ucapnya.

Menurut Majelis hakim, perjuangan mendirikan khilafah tanpa adanya demokrasi dan pemilu adalah hal yang bertentangan dengan Pancasila dan berpotensi memecah belah bangsa Indonesia. Aksi dan pemikiran itu sudah tidak dalam konsep nasionalisme.

“Menurut majelis hakim tindakan penggugat sudah bertentangan dengan Pancasila khususnya sila ketiga Persatuan Indonesia, yaitu rasa nasionalisme,” ujarnya.

Oleh karena itu, Majelis Hakim menilai, HTI telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang tentang Ormas.

Sesuai UU itu, Menteri Hukum dan HAM pun berhak mencabut status badan hukum HTI melalui Surat Keputusan Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017.

Majelis Hakim menolak gugatan HTI untuk membatalkan SK tersebut. Atas putusan ini, HTI menyatakan akan mengajukan banding.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham sebelumnya mencabut status badan hukum ormas HTI.

Pencabutan dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pemerintah memilih menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Perppu ini dibuat setelah pemerintah mengumumkan upaya pembubaran ormas HTI yang dianggap anti-Pancasila.

Ada tiga alasan pemerintah membubarkan HTI. Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

Usai mengikuti persidangan massa simpatisan HTI yang mengikuti jalannya persidangan dari luar gedung melakukan sujud syukur. Beberapa eks tokoh HTI dari Dewan Syuro dan Juru bicara HTI terlihat memimpin langsung kegiatan itu dan sesekali berorasi serta menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan yang dikeluarkan dipersidangan hari ini.

Berita Lainnya
Wings Air Akan Mengudara Ke Pangkalan Bun dari Surabaya PANGKALAN BUN, TAJUKTIMUR.COM -- Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group akan menyediakan alternatif terbaik layanan perjalanan udara...
Anas Urbaningrum Ajukan PK, Bantah Terkait Pensiunnya Artidjo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku bahwa dirinya mengajukan peninjauan kembali (PK) tidak terkait de...
Hati-hati Bercanda Soal Bom di Bandara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Bom merupakan kata yang sangat sensitif untuk dikatakan di angkutan umum, terutama di pesawat terbang, apalagi setelah terja...
Presiden Jokowi Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Internasional Jawa Barat MAJAKENGKA (TAJUKTIMUR.COM) - Ketibaan pesawat kepresidenan Indonesia-1 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati, Kabupaten Majalengk...
PLN Gandeng Mapala Perluas Sistem Kelistrikan di Maluku dan Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- PT PLN (Persero) melibatkan unit kegiatan mahasiswa yakni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) beberapa universitas untuk memper...
Kanal: Nasional