Loading...

Mengacu UU Seharusnya Gempa dan Tsunami Sulteng Jadi Bencana Nasional

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah agar menetapkan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) DPP PKS, Asep Teguh Firmansyah, Rabu (03/10/2018) di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan.

“Menurut kajian kami, ini sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional yang harus segera ditanggapi oleh pemerintah. Dengan ditetapkannya sebagai bencana nasional akan mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan dengan semaksimal mungkin dan mengirimkan relawan yang besar,” terang Teguh.

Menurutnya, kondisi di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala telah memenuhi kriteria daerah bencana nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 7 Ayat 2.

“Jumlah korban meninggal yang tercatat sampai saat ini sudah lebih dari 1.200 orang, kemungkinan julah korban akan terus bertambah karena masih banyak daerah yang belum terjangkau untuk evakuasi,” ungkapnya.

Alasan kedua, lanjut Teguh, cakupan wilayah yang terdampak gempa dan tsunami juga cukup luas. Sehingga masih banyak daerah-daerah yang terisolir dari bantuan. Selain itu, cakupan yang luas tersebut mempengaruhi timbulnya masalah sosial di tengah masyarakat.

“Kompleksitas masalah yang ditimbulkan dengan minimnya akses bantuan menimbulkan suasana chaos. Bisa kita lihat, banyaknya penjarahan yang dilakukan oleh masyrakat,” lanjutnya.

Teguh juga menjelaskan, masalah sosial ini juga ditimbulkan oleh tidak berfungsinya pemerintah daerah dalam mengatur dan memberikan pengamanan kepada warga.

“Lumpuhnya pemerintah daerah menyebabkan penjarahan dimana-mana, fungsi keamanan tidak berjalan dengan baik. Pemerintah pusat harus segara mengambil alih fungsi ini, dan memberikan pengamanan kepada para warga agar tidak menimbulkan masalah yang lebih kompleks lagi,” tutur Wakil Direktur Posko Nasional Siaga dan Tanggap Bencana PKS ini.

Dengan ditetapkannya gempa dan tsunami Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional, menurut Teguh akan mempercepat proses pemulihan kondisi pasca bencana.

“Harapannya dengan penetapan bencana nasional akan mempersepat proses pemulihan kondisi dan korban disana, karena para korban akan segera mendapatkan bantuan dan tindakan,” tutup Teguh.

Berita Lainnya
Heli MI-8 Lakukan ‘Water-Bombing’ Wilayah Terdampak Likuifaksi Sulteng PALU, TAJUKTIMUR.COM – Helikopter MI-8 mulai melakukan kegiatan water-bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak likuifaksi, seperti Petobo, Balar...
Iklan Rekening Dianggap Curi Start Kampanye, Ini Komentar Erick Thohir JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam pemasangan iklan berisi nomor reken...
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
AMCF Dirikan Tenda Hunian Sementara untuk Pengungsi Gempa Donggala DONGGALA,TAJUKTIMUR.COM - Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mendirikan tenda hunian sementara (huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Lapangan Bola Sipi, Sipi, Si...
Kanal: Nasional