Loading...

‘Menjalankan Pembinaan Ideologi Pancasila Itu Berat’

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Pembinaan ideologi Pancasila merupakan hal yang sangat sakral dan penting untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia. Namun, melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila bukan perkara mudah.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bercerita tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan mengakui menjalankan pembinaan ideologi Pancasila kepada bangsa Indonesia itu berat.

Megawati menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu 2019 PDI Perjuangan, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Hadir pada pembukaan Rakornas Pemenangan Pemilu 2019, antara lain, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, dan Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Menurut Megawati, BPIP dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Semula BPIP bernama Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Lembaga UKP-PIP, menurut Megawati, merupakan unit kerja presiden yakni menjadi bagian dari kerja Presiden Joko Widodo.

“Dengan bentuk tersebut, jika Presiden berganti maka UKP-PIP belum tentu berlanjut, karena mengikuti kebijakan Presiden berikutnya,” katanya.

Padahal, kata dia, kerja pembinaan ideologi Pancasila itu sangat sakral dan penting untuk menjaga persatuan bangsa.

Karena itu, dewan pengarah dan pimpinan UKP-PIP mengusulkan agar bentuk lembaganya diganti menjadi badan, sehingga dapat menjadi lembaga independen dan sama kekuatan hukumnya dengan badan lainnya.

“UKP-PIP kemudian bentuk lembaganya diubah menjadi BPIP,” katanya.

Menurut Megawati, anggota Dewan Pengarah BPIP banyak yang usianya sudah lanjut, antara lain, Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Ma’ruf Amin, dan Megawati Soekarnoputri.

“Saya pernah bertanya dengan Pak Jokowi, kenapa Dewan Pengarah BPIP banyak yang sudah sepuh. Pak Jokowi menjawab, kalau sudah sepuh, sudah tidka mengutamakan kepentingan duniawi lagi,” katanya.

Megawati juga mengakui menjalankan pembinaan ideologi Pancasila saat ini cukup berat karena tantangannya juga semakin berat.

Berita Lainnya
Gubernur Anies: Hari Ini Reklamasi Resmi Dihentikan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan penghentian segala proyek reklamasi di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan Anies usai digelarnya...
Survei Indikator: 10 Partai Politik Gagal Masuk Parlemen JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dari total 16 parpol peserta pemilu 2019, elektabilitas PDI Perjuangan unggul dari 15 partai la...
Survei Indikator: Suara Partai di Parlemen Sebagian Masih Terbelah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melihat suara berbasis partai di pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih...
Survei Indikator: Cawapres Sandiaga Uno lebih Dikenal Masyarakat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih dikenal dibandingkan cawapres Maruf Amin dalam Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Dar...
Burhanuddin: Masyarakat Cukup Puas Kinerja Jokowi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indikator merilis hasil survei terkait "Elektabilitas Dua pasangan Capres Cawapres dan Peta Elektoral Pemilu Legislatif 2019". Hasilnya menunjuk...
Kanal: Nasional