Loading...

Menkeu: Pers Harus Mampu Sukseskan Pembangunan Nasional.

PADANG (TAJUKTIMUR.COM) – Teknologi digital akan membawa masalah serius bagi industri media massa kita. Penyebabnya terjadi perubahan cara masyarakat memperoleh informasi di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Maraknya penggunaan smartphone membuat masyarakat bisa memperoleh informasi dari mana dan saat apa saja.  Maka yang diperlukan adalah kecepatan peyajian informasi dan data.

“Dalam era revolusi industri 4.0 ini data ibarat minyak dan gas  bumi di tahun 70-an. Data di sini adalah informasi yang mudah diperoleh. Kemudahan akses informasi secara digital,“ ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menjadi keynote speaker pada acara Konvensi Nasional Media Massa di Hotel Grand Inna Padang, Kamis (7/2/2018).

Maka tantangan yang dihadapi media massa di masa datang adalah kemampuan menghadapi kecepatan tersebut. Tetapi, menurut Sri Mulyani, pers harus mengingat dirinya sebagai salah satu pemangku kepentingan atau aktor penting dalam pembangunan bangsa.

Artinya pers juga harus mampu menyukseskan pembangunan nasional. Dalam hal ini menjelaskan kepada publik dengan sederhana semua aspek pembangunan yang akan, sedang dan sudah dilakukan pemerintah.

Tantangan selanjutnya adalah menjelaskan kepada generasi millenial yang saat ini sudah mulai masuk dalam usia produktif. Generasi tersebut berciri sangat menginginkan segala sesuatu yang cepat dan singkat.

Menurut Sri Mulyani mereka hanya membutuhkan penjelasan informasi sepanjang 144 karakter saja. Contoh dari Kementerian Keuangan misalnya perlu dipikirkan cara menjelaskan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan singkat namun tetap menarik para generasi milenial tersebut.

Sementara Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menilai Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers ternyata membawa masalah tersendiri. Akibat bebasnya mendirikan perusahaan pers maka siapa saja bebas mendirikan usaha itu sehingga kini menjamur di seluruh Indonesia.

Hal tersebut ternyata menghasilkan perusahaan pers dengan wartawan yang tidak kredibel sehingga banyak menghasilkan informasi yang tidak obyektif. Itu sebabnya kini Dewan Pers berupaya melakukan sertifikasi terhadap wartawan.

(fr)

Berita Lainnya
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Aa Gym: Prabowo-Sandi Pilihan Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - KH Abdullah Gymanstiar memberikan dukungan untuk capres dan cawapres nomor...
Lembaga Penyiaran Diminta Ikuti Aturan Main di Masa Tenang Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memasuki hari masa tenang Pemilu 2019, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) me...
Habib Rizieq Shihab Sampaikan 10 Alasan Prabowo-Sandi Disambut Rakyat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaika...
Massa Pendukung 02 Siap #PutihkanGBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghindari...
Kanal: Nasional