Loading...

Menteri Pertanian Ajak Pemuda Galakan Sektor Pertanian

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan tanam perdana jagung di areal seluas 50 hektare di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (2/8/2017) siang waktu setempat.

Menteri Amran didampingi Penanggung Jawab (Pj) Bupati Bombana Sitti Saleha dan Kapolda Sultra Brigjen Andap Budi Refianto dalam kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita).

Pasalnya, di wilayah pesisir Sultra dengan luas hampir 3.000 kilometer persegi dan populasi sekitar 100 ribuan jiwa ini, banyak potensi lahan yang perlu dikembangkan secara optimal.

“Jangan tidur, seperti lahan tidur,” katanya saat memberikan arahan kepadaen peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar

Menteri Amran pun mendorong Gempita memaksimalkan potensi-potensi pemuda yang ada di wilayah tersebut berperan aktif dalam pertanian.

Apalagi, pemerintah melalui Kementan menargetkan pemenuhan jagung dalam negeri dipasok produksi lokal pada tahun 2017.

Guna membantu para petani yang mayoritas menggarap lahan tadah hujan, Menteri Amran memberikan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pompa 20 unit, menambahkan lima unit handtraktor untuk jagung, dan benih untuk lahan seluas 1.000 hektare.

Kepada para hadirin, peraih Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI pada 2007 itu berjanji, akan kembali ke Bombana untuk memanen hasil tanamnya sendiri.

Usai menanam jagung, Menteri Amran bersama rombongan memantau pemeliharaan sapi (ranch) dengan sistem ladang ternak di wilayah Bombana dari ketinggian sembari kembali ke Kendari.

Kabupaten Bombana merupakan pemasok sapi potong di Sultra dengan persentase mencapai sekitar 70 persen dari kebutuhan masyarakat.

Kunjungan kerja di Bombana dilakukan Menteri Amran, setelah beberapa jam sebelumnya mendatangi Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sultra, untuk memberikan bantuan kepada pemerintah setempat dan arahan, agar semua elemen lebih bersemangat dalam membangun daerah dari sektor pertanian, mengingat 85 persen penduduknya merupakan petani.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Pemerintah Harus Tegas pada ‘Genderuwo’ Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas men...
Kanal: Nasional