Loading...

Menteri Sosial Serukan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Kemanusiaan

KARO (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyerukan perlindungan sosial bagi pekerja sosial dan warga sipil yang tengah berada dalam situasi bencana alam dan konflik kemanusiaan di dunia.

Hal ini disampaikan Khofifah dalam Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia yang dipusatkan di Kawasan Relokasi Hunian Tetap Siosar Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/8).

Tema yang diangkat tahun ini adalah Perlindungan Warga Sipil, Pekerja Kemanusiaan dan Semua Pihak yang Terdampak Konflik.

“Dalam setiap kejadian bencana alam maupun konflik, harus dipahami bersama bahwa seluruh pekerja kemanusiaan bukan sasaran, They Are a Not a Target,” tutur Mensos.

Dikatakan Khofifah, dalam penanganan konflik sosial maupun bencana kemanusiaan seringkali pekerja kemanusiaan mempertaruhkan nyawa mereka. Bahkan menjadi korban saat melakukan tugas kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana dan konflik.

Maka, lanjut Mensos, dalam memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia ini, adalah saat yang tepat untuk meneguhkan komitmen perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan berdasarkan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.

Mensos mengungkapkan pemerintah Indonesia telah berkontribusi secara aktif memberikan dukungan pada berbagai bencana kemanusiaan. Di antaranya Chile, Pakistan, Turki, Myanmar, Vietnam, Laos, Phipippines, Thailand, Haiti, Kamboja, Jepang, Australia, Korea Utara dan Vanuatu.

Pekerja kemanusiaan dari Indonesia juga telah bekerja di negara yang berisiko tinggi seperti Rakhine State, Myanmar, Somalia dan lainnya.

Ini menunjukan Indonesia bukan sebuah negara yang hanya mendapatkan bantuan kemanusiaan tetapi juga pemberi bantuan kemanusiaan kepada negara yang terkena bencana, baik secara bilateral maupun melalui keanggotaannya dalam Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Hari Kemanusiaan Sedunia dirayakan setiap tanggal 19 Agustus, dilatarbelakangi pemboman Kantor PBB di Baghdad
pada tahun 2003 yang menewaskan 22 pekerja kemanusiaan.

Hari Kemanusiaan ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa para pekerja kemanusiaan yang mempertaruhkan nyawanya demi pelayanan kemanusiaan dan memberikan dukungan bagi mereka
yang terdampak krisis di seluruh dunia.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan UN OCHA (Badan PBB di Bidang Urusan Kemanusiaan) serta mitra organisasi kemanusiaan lainnya mengambil inisiatif untuk memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia guna memberikan penghargaan bagi pekerja kemanusiaan yang telah
mempertaruhkan nyawa mereka untuk upaya kemanusiaan.

Sementara itu, Perwakilan UNHCR untuk Indonesia, Thomas Vargas mengatakan, Indonesia melalui Kementerian Sosial telah menjadi contoh bagi dunia dalam perlindungan bagi sesama.

“Indonesia telah melakukan bagiannya dengan sangat baik dalam hal perlindungan warga sipil dan pekerja kemanusiaan,” katanya.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Malam 212 Dianggap Bermuatan Politik, Yusuf Martak: Gak Usah Panik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membe...
Masyarakat dari Berbagai Penjuru Hadiri Malam Munajat 212 di Monas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Agenda munajat bertema "Meningkatkan Peran Ulama untuk Memperkuat Ukhuwah ...
PKS berjanji menghapus pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda Bidang Ekonomi, Muhammad ...
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
Kanal: Nasional