Loading...

Menteri Susi Ajak Norwegia Kembangkan Puslitbang KKP

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mengajak Institute of Marine Research (IMR) dari Norwegia untuk mengembangkan Puslitbang Kelautan dan Perikanan milik KKP di Bali.

Susi menuturkan ingin mengajak IMR bekerja sama dalam mengembangkan puslitbang di Bali.

“IMR nanti dapat mempromosikan best practices-nya untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan di Samudra Hindia dan Pasifik,” ujar Susi dalam rilis yang diterima, Minggu (10/6/2018).

IMR merupakan lembaga riset yang digunakan oleh Kementerian Perikanan Norwegia untuk mengumpulkan data perikanan Norwegia, termasuk kajian stok ikan dan kondisi ekosistem laut.

Dalam melaksanakan tugas penelitiannya, IMR memiliki tujuh kapal penelitian yang setiap tahunnya berlayar selama 2.000 hari untuk mengumpulkan data-data terkait ekosistem laut yang diperlukan dalam pengembangan sektor perikanan Norwegia.

Pada periode 2009-2012, KKP-IMR telah menjalin kerja sama dalam lingkup manajemen perikanan, termasuk kajian stok ikan, pengembangan budi daya yang fokus pada aspek-aspek operasional, perencanaan, dan kesehatan ikan serta di bidang pendidikan.

Sebelumnya, Susi mengatakan, dunia internasional harus mempertegas komitmen globalnya untuk bersatu dalam rangka memberantas aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di berbagai lautan.

“Dunia harus bersatu memerangi penangkapan ikan secara ilegal yang marak di dunia, yang wilayah operasinya melintasi batas antarnegara,” kata Susi ketika menjadi pembicara dalam peringatan Hari Internasional Perlawanan terhadap Penangkapan Ikan secara Ilegal yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni di kantor FAO, Roma, Italia.

Dalam pertemuan tersebut, Susi mengimbau dunia internasional untuk dapat mempertegas komitmen dalam upaya pemberantasan IUU Fishing, seperti halnya yang sudah dilakukan Indonesia.

Susi Pudjiastuti secara lugas menceritakan upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia selama ini dalam memerangi IUU Fishing, serta menyampaikan fakta dan tantangan yang ditemui dalam upaya membenahi masalah perikanan ini.

“Pemberantasan IUU Fishing harus dilakukan dengan lingkup yang lebih luas, sehingga butuh outreaching yang lebih dari negara-negara di dunia dan organisasi internasional,” kata Susi.

Direktur Jenderal FAO, Jose Graziano da Silva, menyampaikan apresiasi kepada Susi atas rekam jejaknya dalam pemberantasan segala aktivitas ilegal yang terjadi di laut.

Berita Lainnya
LSI: Masyarakat Puas dengan Sistem Demokrasi di Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan jajak pendapat terkait keberjalanan sistem demokrasi di Indonesia. Hasil jajak pendapat menyatakan, may...
Capres Prabowo Hadiri Resepsi Ulang Tahun Kerajaan Arab Saudi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden RI Prabowo Subianto mengaku akan menghadiri perayaan acara ulang tahun kerajaan Arab Saudi. Perayaan tersebut digelar di Hotel Su...
Prabowo Terima Aspirasi Dokter Spesialis dan Perawat, Apa yang Dibahas? JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon presiden Prabowo Subianto menerima aspirasi para dokter untuk membicarakan terkait masalah kesehatan nasional, di kediamannya di Jalan Ker...
Ma’ruf Amin: Masyarakat Indonesia utamakan persatuan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Wakil presiden (cawapres) KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya selama masa ka...
Hari Listrik Nasional Dorong Ketersediaan Listrik Terjangkau JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Forum Hari Listrik Nasional ke 73-Power GEN Asia 2018, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke 73 diharapkan dap...
Kanal: Nasional