Loading...

MMI Ajak Umat Tidak Golput dan Tidak Terpancing Isu SARA

BANTEN (TAJUKTIMUR.COM ) – Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abu M. Jibril mengajak umat Islam agar tidak golput (golongan putih) dan terpancing isu SARA dalam pilkada nanti.

Hal tersebut disampaikan di Masjid Al Munawwarah sekaligus kantor sekretariat MMI, Komplek Perumahan Witana Harja Pamulang – Tangerang Selatan, Banten.
Usai memberikan kuliah subuh, pimpinan MMI yang akrab dipanggil Ustad Abu Jibril ini berharap umat Islam lebih cerdas pada pilkada kali ini. Jangan sampai umat memilih pemimpin hanya karena kehebatannya dalam berorasi atau janji-janjinya karena banyak diantara mereka setelah menjadi pejabat tidak menepati janjinya, namun pilihlah seorang penimpin yang mau berkorban demi umat (masyarakat) dan mampu menjaga persatuan umat.

“Golput tidak dibenarkan, apa maksudnya ? Ya memang jangan golput, dulu memang banyak golput, tapi sekarang karena kesadaran politik orang Islam sudah memilih. Pilihlah orang Islam meskipun belum mencapai kesolehan yang belum mumpuni”, ujar Ustad Abu M. Jibril di Masjid Al Munawwarah-Pamulang (Minggu, 11/02/2018).

Dalam menyikapi konflik yang sangat potensial terjadi selama pilkada berlangsung, Ustadz Abu M. Jibril menilai bahwa umat Islam di tanah air kini sudah terdidik dalam menghadapi pihak lain yang berusaha menciptakan konflik dengan memanfaatkan isu SARA.

Begitupun untuk menyikapi budaya money politic yang saat ini susah dihilangkan, Ustadz Abu M. Jibril menghimbau umat Islam agar tidak mudah termakan janji dan terjebak politik uang.

Ustadz berjenggot lebat asal Lombok ini juga mengajak umat Islam agar memilih pemimpin yang tidak anti syariat dan yang tidak mengikuti hawa nafsu atau kenikmatan duniawi (tahta, wanita, dan harta/korupsi).

Abu Jibril juga mengingatkan umat muslim untuk menggunakan hak pilih dengan memilih orang Islam karena ajaran Allah mengajak ke Surga.

“Pilihlah pemimpin yang cinta kepada Allah, cinta kepada syariahnya”, ajaknya.

Abu Jibril juga mengajak umat Islam untuk selalu bersatu menghindari perpecahan selama pilkada termasuk untuk tidak mudah terhasut atau terpancing oleh isu SARA.

“Perpecahan menyebabkan kekalahan, persatuan memungkinkan kemenangan karena itu umat Islam bersatulah. Sebab memilih pemimpin merupakan bagian dari tauhid”, himbau Ustad Abu M.Jibril.

(dw)

Berita Lainnya
Pakar Hukum: Pembebasan Baasyir Bisa Kacaukan Sistem Hukum JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai pembe...
Menkominfo Dorong Anak Muda Buat Konten Kreatif di Medsos JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak anak-anak muda, ter...
KPU tak lagi Bocorkan Kisi-Kisi Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan ...
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Bebas, TKN: Bukti Jokowi Cinta Ulama JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syad...
Pengamat: Debat Pilpres Pertama Membosankan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai secara umum debat...
Kanal: Nasional