Loading...

MUI: Imunisasi MR masih Subhat

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai vaksin Measles Rubella (MR) masih Subhat yakni samar tentang kehalalan atau keharamannya. Karenanya MUI meminta warga muslim berhati-hati dalam menggunakan vaksinasi ini.

“Kalau dari kami kan imbauannya jangan mengkonsumsi ke tubuh kita hal-hal yang haram, dan menghindari sesuatu yang haram masuk ke tubuh kita. Karena (vaksin MR -red.) itu masih Subhat, hendaknya dijauhi. Bagi kita itu artinya harus berhati-hati,” ujar Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis.

Seperti dilansir Anadolu, MUI akan segera memproses kehalalan vaksin MR, jika Kementerian Kesehatan dapat mengirimkan data secepatnya. Dia menegaskan, MUI tidak memberikan tenggat waktu kepada Kemenkes untuk pengiriman data soal vaksin MR tersebut.

“Mereka mengatakan secepatnya. Kita enggak perlu kasih waktu karena ini kewajiban mereka Jadi, enggak perlu deadline. Kalau dari Kemenkes memang memperbolehkan masyarakat yang mau imunisasi,” kata Cholil.

Dia menambahkan, jika data vaksin MR sudah diterima oleh MUI, maka tim audit akan memeriksa data tersebut, sebelum akhirnya dikirimkan ke Komisi Fatwa.

“Proses itu tergantung tingkat kesulitannya, kalau mereka menyediakannya cepat ya akan cepat juga. Kita haya ingin tahu bahannya apa saja, dan nanti akan diuji secara lab. Setelah itu hasilnya akan dibawa ke Komisi Fatwa,” tutur Cholil.

Sebelumnya, pada Jumat, MUI telah bertemu dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Direktur Utama Bio Farma sebagai importir vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII) membahas langkah lanjutan atas keluhan sebagian masyarakat tentang kehalalan vaksin MR.

Tiga pihak tersebut membuat empat kesepakatan di antaranya, Menkes dan Dirut PT Biofarma akan segera mengajukan sertifikasi produk vaksin MR dan permohonan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR.

Menteri Nila, atas nama negara akan mengirim surat ke SII untuk memberikan dokumen terkait bahan-bahan produksi vaksin dan akses untuk auditing untuk dapat dilakukan pemeriksaan halal.

Komisi Fatwa, atas permintaan Kemkes akan segera membahas dan menetapkan fatwa tentang imunisasi MR dengan menggunakan vaksin MR produk SII dalam waktu secepatnya.

Terakhir, Menteri NIla menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen, dan penetapan fatwa MUI. “Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan tentang kehalalan atau kebolehan secara syar’i, tetap dilaksanakan.

Berita Lainnya
SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android KUPANG, TAJUKTIMUR.COM - SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan...
BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor Meningkat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masuknya mus...
Kemenag Uji Coba Sistem Daftar Nikah Online JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama telah meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis W...
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Kanal: Nasional