Loading...

MUI: Tahun baru Sebagai Tonggak Merancang dan Menjalani Masa Depan yang Lebih Baik

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak segenap masyarakat untuk melakukan evaluasi diri dalam memasuki tahun baru sebagai tonggak untuk merancang dan menjalani masa depan yang lebih baik, produktif, konstruktif dan kualitatif.

“Melakukan perenungan untuk memaknai pergantian tahun dengan penuh keimanan, ketakwaan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap rida Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai. Seraya berdoa semoga pada 2018 kita dapat meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid, melalui berita rilis yang diterima tajuktimur.com di, Minggu (31/12/2017).

MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan toleransi dan wawasan kebhinnekaan sejati. Tidak hanya itu, menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, saling mencintai dan saling menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan.

“Hal itu dilakukan dalam rangka memelihara keamanan negara dan kerukunan bangsa khususnya dalam  memasuki tahun 2018 sebagai tahun politik,” ucapnya.

MUI juga mengajak kepada seluruh umat Islam agar menjadikan tahun baru 2018 sebagai tahun kebangkitan di bidang ekonomi dan pendidikan. Zainut menyebut, dua aspek tersebut sangat penting dan strategis bagi kemajuan umat Islam.

“Kita harus terus berkembang untuk tumbuh menjadi kekuatan yang berkualitas, sehingga keberadaannya lebih bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujar tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Ia mengimbau masyarakat bisa merayakan pergantian tahun baru dengan hal-hal yang positif dan konstruktif. Pemaknaan yang esensial dalam melepas tahun berlalu dan menyongsong tahun baru dengan perenungan diri sangat diutamakan.

“Tidak dilarang untuk bersuka cita dalam merayakan, namun tetap harus dilakukan dengan  cara yang wajar, tidak berlebihan, boros, sia-sia (tabdzir), dan larut dalam kegembiraan yang berlebihan sehingga dapat menjauhkan diri dari Allah SWT,” ungkapnya.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Indef: Visi Jokowi Terkait B100 Sulit Dicapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly ...
Soal Ledakan, Wiranto: Ada pihak yang iseng dan usil sengaja membuat kericuhan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wi...
Kanal: Nasional