Loading...

Nono Sampono: Pendidikan Modal Utama dalam Pembangunan Bangsa

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono menjelaskan bahwa saat ini Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam (SDA) dalam pembangunan untuk mewujudkan kemakmuran bangsa.

Saat ini Indonesia lebih membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam persaingan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju dan besar.

Dalam acara Festival Beasiswa Nusantara yang digelar di Komplek Parlemen sejak hari sabtu kemarin, Nono Sampono mengatakan bahwa pendidikan merupakan modal utama bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi tahun 2020-2030.

Dalam kurun waktu 3-13 tahun ke depan kita akan memiliki banyak sekali sumber daya manusia (SDM) yang tengah berada pada puncak usia produktif. Oleh karena itu DPD RI bersama pemerintah akan berupaya untuk mencetak generasi yang memiliki pendidikan yang tinggi sebagai SDM yang kompetitif.

“Dengan bonus demografi kedepan yang kita dapatkan, kalau diisi orang-orang yang berkualitas, tentunya yang diuntungkan adalah negara dan bangsa,” ungkapnya.

Senator asal Provinsi Maluku ini menjelaskan bahwa saat ini proporsi SDM dengan kualifikasi pendidikan tinggi di Indonesia hanya 7,2 persen dari angkatan kerja.

Hal tersebut menunjukkan Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, salah satunya Malaysia yang mencapai lebih dari 20 persen.

Nono melihat di daerah-daerah masih banyak masyarakat yang belum memiliki pendidikan yang cukup untuk menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, DPD RI sebagai wakil daerah selalu berjuang untuk menyiapkan SDM-SDM yang berkualitas di seluruh daerah.

Salah satunya adalah melalui acara Festival Beasiswa Nusantara yang dikerjasamakan dengan bersama Asosiasi Dosen Indonesia dan Forum Rektor Indonesia.

“Dan kita tahu pendidikan adalah salah satu yang paling utama. Karena pendidikan yang akan menjawab. Dengan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas yang unggul, mampu menghadapi tantangan global, maka negara, khususnya daerah akan semakin maju,” imbuhnya.

Nono Sampono menambahkan, dalam menciptakan SDM yang kompetitif juga membutuhkan sistem pendidikan yang unggul di Indonesia. Jika tidak, maka bidang pendidikan akan selalu menghadapi persoalan.

Selain tidak tercetaknya SDM yang berkualitas, juga akan menciptakan daerah yang serba T, yaitu tertinggal, terbelakang, dan menimbulkan kemiskinan. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh komponen untuk turut serta dalam membangun dunia pendidikan di Indonesia.

Tidak hanya pemerintah, tetapi juga semua lembaga dan perusahaan harus memiliki kepedulian atas pendidikan untuk Indonesia yang lebih maju.

“Kita harus membangun kesadaran bersama, semua komponen, agar dunia pendidikan kita semakin berkualitas menjangkau persaingan global. Ada standar-standar internasional yang harus kita miliki. Bukan hanya ilmu saja, tetapi fasilitas pendukung juga harus ada,” pungkasnya.

Berita Lainnya
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Polisi Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Polisi telah menangkap seorang terduga perusak atribut Partai Demokrat d...
Kapendam Cendrawasih: Situasi Nduga Berangsur Normal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mene...
SBY Sayangkan Perusakan Atribut Demokrat di Pekanbaru RIAU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan perusa...
Bawaslu Catat 192.129 Laporan dan Pelanggaran Kampanye JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menemukan dan menerima setidaknya 19...
Kanal: Nasional