Loading...

NTB Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia akan menggelar Konferensi Internasional Moderasi Islam. Konferensi yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 27-29 Juli 2018 itu akan mengusung tema Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah.

Dalam beberapa tahun terakhir, seminar tentang Moderasi Islam kerap digelar. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara dan salah satunya Irak. Sama seperti Indonesia, Irak juga negara multi agama. Banyak tokoh agama di sana percaya, Islam yang moderat sangat dibutuhkan untuk menciptakan kedamaian dan kenyamanan dalam berbangsa.

Pada Oktober 2017, Konferensi Moderasi Islam digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Acara bertarap internasional itu dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim dan ditutup Presiden RI Joko Widodo.

Pada 27-29 Juli 2018 mendatang, Konferensi Internasional Moderasi Islam kembali digelar di tempat yangs ama sebagai lanjutan dari yang sebelumnya. Seperti yang disampaikan Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Jumat, (20/7) lalu.

Dengan mengusung tema Moderasi Islam dalam Perspektif ‘Ahlussunnah wal Jama’ah’, Alumni Al-Azhar akan berdiskusi lebih spesifik mengenai aksi nyata pengaplikasian Islam yang moderat atau washatiyyah. Baik dalam aspek teologi atau pandangan berkeyakinan, hukum, bahkan dalam politik.

“Soal moderasi islam sering dibicarakan, tapi elaborasinya masih kurang. Konferensi nanti sudah disiapkan sejak tahun lalu untuk menyajikan penjabaran yang lebih aplikatif terkait Moderasi Islam,” kata pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Sama seperti Irak, TGB percaya Indonesia juga membutuhkan Islam yang moderat untuk menjaga keseimbangan dan menciptakan perdamaian di tengah keberagaman. Indonsia membutuhkan Islam dengan pemikiran yang berada di tengah-tengah antara Islam yang liberal dan Islam ekstrem.

“Kenapa Moderasi Islam itu penting? Kekuatan Islam di Indonesia untuk memperkokoh NKRI akan terasa jika pemikiran Islam yang digunakan ialah washatiyyah,” kata TGB menambahkan.

Konferensi tersebut akan diikuti 400 Alumni Al-Azhar dari 21 negara. Termasuk para ulama dan tokoh agama Tanah Air.

Berita Lainnya
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Polisi Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Polisi telah menangkap seorang terduga perusak atribut Partai Demokrat d...
Kapendam Cendrawasih: Situasi Nduga Berangsur Normal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mene...
Kanal: Nasional