Loading...

Pemerintah Ajukan Geopark Maros ke Unesco

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Kementerian Pariwisata akan mengajukan Geopark Maros ke UNESCO sebagai taman bumi kelas dunia atau UNESCO Global Geopark.

“Tahun ini proposal Geopark Maros kami ajukan ke UNESCO. Kami harapkan tahun depan geopark nasional ini akan menjadi UGG atau Geopark kelas dunia,” kata Arief seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpar.

Arief mengatakan, Indonesia saat ini mempunyai empat geopark UGG yakni Ciletuh, Gunung Sewu, Gunung Batur, dan Gunung Rinjani dan tujuh geopark nasional, seperti Kaldera Toba, Merangin, Belitong, Bojonegoro, Tambora, Maros Pangkep, dan Raja Ampat. “Namun, Indonesia mempunyai potensi sekitar 80 geopark, sebagian besar berada di wilayah Sulsel. Dengan dijadikan Gopark Maros sebagai UGG, diharapkan akan memicu geopark di tempat lainnya,” kata Arief.

Pengelolaan destinasi geopark relatif mudah karena melibatkan masyarakat setempat. Begitu pula dalam mempromosikan karena memiliki banyak atraksi yang menarik wisatawan. Arief memberi perbandingan, Geopark Sewu Pacitan hingga Geopark Gunung Kidul Yogyakarta setiap tahun dikunjungi tidak kurang dari empat juta wisatawan.

“Begitu pula Geopark Super Volcano Toba setelah gencar kita promosikan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang kesana naik 300% dan PAD di Kabupaten Samosir naik hingga 82% begitu juga PAD Simalungun naik 90%,” imbuh Arief.

Dalam mengembangkan destinasi geopark kelas dunia, Indonesia juga mem-benchmarking dengan geopark China yang kini mempunyai 140 geopark nasional, 37 geopark di antaranya sudah menjadi destinasi geopark kelas dunia atau UGG. “Dari 37 geopark UGG ini, pariwisata China setiap tahun mendapat pemasukan sekitar Rp 100 triliun. Kami ingin mencontoh China dalam mengembangkan destinasi UGG,” kata Arief.

Sekretaris Daerah Sulsel H. Tautoto Tana Ranggina mengatakan, pariwisata menjadi sektor andalan dalam mengembangkan Sulsel. “Namun dalam mengembangkan sektor pariwisata, Pemprov Sulsel masih dihadapkan kendala utamanya seperti infrastruktur ke obyek-obyek wisata,” katanya.

Provinsi Sulsel tahun ini memiliki tiga event unggulan yang masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia 2018, yakni Eight Festival (F8), Lovely December, dan Festival Phinisi.

Ketiga event ini diharapkan akan mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulsel yang tahun ini mentargetkan 250.000 wisman.

Eight Festival (F8) akan berlangsung di Pantai Losari, Makassar pada 6-10 September 2018, sedangkan Festival Phinisi 2018 akan berlangsung di Kabupaten Bulukumba pada 13-16 September 2018 dan Festival Lovely Toraja 2018 akan berlangsung di Kota Makale pada 28-29 Desember 2018 mendatang.

Berita Lainnya
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 13 Ton Bawang BANDA ACEH, TAJUKTIMUR.COM - Petugas gabungan bea cukai menggagalkan penyeludupan bawang merah denga...
Ikadi: Rasulullah tak Pernah Berpolitik dengan Menistakan Agama JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tak hanya sebagai nabi dan rasul, Muhammad shallallahu alaihi wasallam jug...
Tim Prabowo-Sandi Sebut Jokowi Lakukan Politik Pembenaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah isu pilpres tentang Politik Sontoloyo dan Politik Genderuwo, kini ...
Gunung Kembang Wonosobo jadi Sentra Bawang Putih Nasional WONOSOBO, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pertanian mendorong munculnya sentra baru baik di Jawa maupun...
Kiai Ma’ruf Percaya Jokowi Masih Dipercaya Masyarakat LEBAK, TAJUKTIMUR.COM - KH Ma'ruf Amin mengatakan program dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) s...
Kanal: Nasional