Loading...

Pemprov Jawa Barat Raih 250 Penghargaan

BANDUNG (TAJUKTIMUR.COM) – Kinerja yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berbuah penghargaan. Pada tahun ke-9 kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sebanyak 250 penghargaan diraihnya. Jika dihitung dalam masa kepemimpinannya, rata-rata penghargaan tersebut diraihnya 13 hari sekali.

Berdasarkan data Hubungan Masyarakat Jawa Barat, penghargaan pertama diraih pada 2008, yakni tiga besar Pemeringkatan E-Government Indonesia (PeGI) dari Departemen Komunikasi Informatika. Pada 8 Desember 2017, Jawa Barat juga didapuk Penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan .

Penghargaan utama yang diperolehnya antara lain sebagai pemerintah provinsi berkinerja terbaik secara nasional dua tahun berturut-turut (2016-2017).

Prestasi lainnya adalah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan selama enam kali berturut-turut mulai 2011 hingga 2016.

“Pencapaian ini antara lain berkat program inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang berjalan sukses,” ujarnya.

Aher menjelaskan, ada tiga aplikasi pelayanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini diadopsi 17 provinsi di Indonesia dan menjadi pilot project Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pencegahan tindak korupsi. Aplikasi tersebut, yakni pelayanan perizinan terpadu satu pintu, aplikasi sasaran kinerja pegawai online berbasis tunjangan perbaikan penghasilan pegawai, dan aplikasi e-samsat.

Adapun pencapaian opini WTP menggambarkan akuntabilitas kinerja dalam laporan keuangan dan hasil kerja berupa terwujudnya pembangunan dirasakan langsung masyarakat Jawa Barat.

“WTP ini menggambarkan bahwa akuntabilitas dan hasil kerja kita telah sesuai,” ucap gubernur dua periode ini.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan dari berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, budaya, ekonomi, pariwisata, juga agama. Penghargaan tersebut merupakan prestasi para aparatur sipil negara (ASN).

“Gubernur hanya terkena dampak baik saja, padahal yang bekerja adalah ASN dan masyarakat,” ungkap Aher seperti dikutip tempo online, Selasa (12/12) lalu.

(and/ttcom) 

Berita Lainnya
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Pemerintah Harus Tegas pada ‘Genderuwo’ Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas men...
Kanal: Nasional