Loading...

Penderita Diabetes di Indonesia Tahun 2018 Meningkat

SEMARANG, TAJUKTIMUR.COM – Jumlah penderita penyakit diabetes pada lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Salah satu penyebab yang bisa dikenali adalah karena kebiasaan kita yang kurang baik, termasuk di dalamnya adalah kurangnya aktifitas fisik.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Anung Sugihantono, M.Kes. dalam acara Sepeda Sehat memperingati Hari Diabetes Sedunia 2018 yang diselenggarakan RSUP Dr. Kariadi Semarang, Minggu (25/11/2018).

“Kita baru saja mendapatkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018. Kita tahu bahwa saat ini angka diabetes di Indonesia meningkat dibanding tahun 2013. Peningkatannya secara keseluruhan cukup besar, baik diabetes tipe satu maupun diabetes tipe dua,” tuturnya.

Banyak faktor yang menyebabkan semakin tingginya angka penderita diabetes di Indonesia. Salah satu diantaranya adalah kebiasaan kurangnya melakukan aktifitas fisik dan perilaku yang kurang menguntungkan, terutama dalam pemilihan makanan atau dietnya.

Sedangkan untuk peneyembuhannya, menurut Anung secara prinsip sebenarnya diabtes untuk disembuhkan secatra total agak susah, tetapi bisa dikotrol secara menyeluruh dengan perubahan-perubahan perilaku yang dilakukan oleh si penderita dan masyarakat.

“Untuk itu mari kita coba tunjukkan kepada masyarakat kota Semarang khususnya untuk selalu berolah raga dengan ukuran-ukuran yang sudah ditentukan, dan tentunya melakukan kebiasaan hidup yang lebih baik lagi agar kita terhindar dari diabetes yang menjadi persoalan masyarakat pada saat ini dan ke depan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mengurangi penderita diabetes sudah banyak dilakukan oleh pemerntah Indonesia, salah satunya dengan melakukan peningkatan pemahaman kepada masyarakat berkait dengan apa-apa yang harus dilakukan.

“Kita sekarang juga sudah melakukan skrining di semua daerah melaui apa yang kita sebut sebagai Pos Bendul di tingkat desa untuk menemu kenali lebih awal dari diabetes ini. Disamping itu kita juga sudah menyediakan fasilitas pelayanan secara utuh mulai dari tingkat puskesmas sampai di tingkat rujukan, seperti yang dilakukan di RSUP Kariadi ini,” pungkas Anung Sugihantono.

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
F-PKS Minta Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengutuk penembakan brutal kepada pulu...
Kanal: Nasional