Loading...

Penerbit Buku Sekolah Yudhistira Mohon Maaf

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas penulisan Yerussalem sebagai Ibu kota Israel pada buku pelajaran IPS kelas VI yang belakangan ini diperdebatkan.

Penerbit Yudhistira menyebut, pencantuman Yerusalem sebagai Ibu kota Israel itu berdasarkan pada sumber internet World Population Data Sheet 2010.

“Kami menyampaikan mohon maaf sehubungan dengan informasi yang berkembang saat ini atas kesalahan penyebutan Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ungkap kepala penerbitan Yudhistira Dedi Hidayat.

Dedi mengaku, tidak mengetahui jika data yang dikutip dari sumber internet tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional. Terlebih, menurut Dedi, sumber-sumber lain di internet pun mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hingga kini, Dedi belum berencana untuk menarik buku-buku yang telah terbit di pasaran. Hanya sebagai permohonan maaf, pihaknya akan melakukan revisi isi buku pada cetakan selanjutnya.

“Kami mohon maaf jika sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya,” tegas Dedi.

Perlu diketahui, buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira yang beredar di masyarakat diperdebatkan. Sebab, dalam buku karangan Sutoyo dan Leo Agung tersebut mencantumkam Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, keberadaan buku tersebut sejak Selasa (12/12) pagi telah dihapus dari daftar BSE milik Kemendikbud. Selanjutnya, Muhadjir akan menelaah terlebih dahulu untuk melihat signifikansi masalah terkait buku tersebut.

“Kalau sebatas salah tulis, cukup diralat. Naskah buku itu kan bebas diunduh oleh siapa saja karena hak ciptanya sudah milik Kemendikbud,” kata Muhadjir.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
98 Korban Lion Air JT 610 Teridentifikasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 98 orang dari total 189 penumpang dan awak pesawat Lion Air JT 61...
Mendagri Bolehkan Kepala Daerah Terlibat Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo membolehkan kepala daerah u...
KPU Berkomitmen Wujudkan Pemilu yang Berintegritas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen untuk mewujudkanpemilihan umum yan...
KPU Hemat Rp548 Miliar dalam Pengadaan Logistik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan KPU RI berha...
Inilah Daftar UMP 2019 di 33 Provinsi di Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pada tahun 2019 mendatang, Upah Minimum Provinsi (UMP) akan naik sebesar 8...
Kanal: Nasional