Loading...

Pengamat: Andika Bisa Lahirkan Paradigma Baru TNI AD

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Jenderal Andika Perkasa resmi menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Mulyono yang akan pensiun pada Januari 2019.

Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono itu kini dipercaya sebagai orang nomor satu di matra TNI AD. Pengangkatan Andika sebagai KSAD yang baru mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah kalangan.

Pengamat politik yang juga Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute (IPI) turut menanggapi, pengangkatan Andika Perkasa menjadi KSAD yang baru. Menurutnya, pengangkatan Andika sudah tepat karena telah memenuhi berbagai persyaratan. Dari segi karir, Andika memulai karirnya dari bawah. Meski demikian menurut Karyono, karir Andika yang melejit tidak luput dari sorotan publik dan tentu ada pula yang mengkaitkan dengan situasi politik. Hal itu dinilai Karyono sebagai suatu hal yang wajar sebagai sebuah pendapat. Fenomena semacam ini sudah lazim terjadi di berbagai era pemerintahan.

“Meskipun karirnya cepat melesat, tapi Jenderal Andika termasuk perwira berprestasi yang mengawali karirnya dari bawah”, kata Karyono kepada media melalui rilisnya Kamis, (22/11).

Sebelum dipercaya menjadi KASAD, lanjut Karyono, sejak lulus dari akademi militer tahun 1987 Jenderal Andika Perkasa telah mengawali karirnya di Korp Baret Merah satuan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) selama 12 tahun dengan menduduki berbagai jabatan. Jabatan terakhir Andika di Kopassus sebagai Danton 32 Grup 3/Sandha Kopassus di tahun 2002. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem 023/Kawal Samudra dengan pangkat kolonel di awal tahun 2013. Terhitung sejak 8 November 2013 Andika menjabat sebagai kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) dengan pangkat brigadir jenderal. Lalu pada 22 Oktober 2014 dua hari setelah Jokowi dilantik menjadi presiden, Andika mendapat promosi sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Lalu pernah menjadi Panglima Kodam XII/Tanjung pada Mei 2016. Setelah itu, pada awal Januari 2018 Andika mendapat promosi kenaikan pangkat letnan jenderal dan menjabat sebagai Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI. Selang tujuh bulan kemudian Andika mendapat promosi sebagai Panglima Komando Strategis (Pangkostrad).

Dari aspek pengalaman tugas, Karyono menilai sosok Andika cukup malang melintang dalam mengemban misi militer. Semasa bertugas di Kopassus, Andika pernah melaksanakan berbagai operasi militer, yaitu Operasi Teritorial di Timor Timur pada tahun 1992, operasi Bhakti TNI di Aceh (1994) dan pernah bertugas dalam misi operasi khusus di Papua. Dia pun pernah memimpin operasi penangkapan tokoh teroris Omar Al-Faruq, salah satu pimpinan organisasi Al Qaeda pada 2002 di Bogor.

Dari segi akademis, lanjut Karyono, sosok Andika yang menjadi jenderal bintang empat termuda saat ini memiliki prestasi akademik yang cukup gemilang. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2000. Ia juga meraih gelar Master of Science (MSc) dan Doctor of Philosophy (Ph.D) dari Harvard University.

Namun demikian menurut Karyono, tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin kompleks. Berbagai ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri semakin canggih, paralel dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberi warna baru dalam mengidentifikasi berbagai ancaman negara. Meningkatnya penetrasi organisasi trans nasional, perang cyber dan berbagai macam proxy war  membutuhkan paradigma baru TNI AD dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.

Di sisi lain, tantangan politis yang dihadapi TNI secara umum dan TNI AD khususnya adalah kerap mendapat godaan politik yang datang dari berbagai kelompok yang ingin menarik-narik TNI terlibat dalam pertarungan politik.  Bahkan ada pihak yang secara terbuka mendorong kembali agar TNI memiliki hak pilih sebagaimana yang pernah terjadi di era demokrasi parlementer pada pemilu 1955. Semua tantangan tersebut membutuhkan paradigma baru TNI ke depan.

“Saya berharap dari deretan karir dan prestasi yang dimiliki Andika bisa menjadi modal untuk memimpin TNI AD sekaligus membangun paradigma baru khususnya TNI AD dalam menghadapi berbagai tantangan yang complicated dan multidimensi. Jika itu bisa dilakukan maka Andika bisa menjadi harapan baru bagi TNI untuk menjadikan TNI lebih maju, solid, profesional dan merakyat “, pungkas Karyono.

Selain itu, tantangan terkini yang tengah dihadapi KASAD baru adalah menjaga netralitas TNI dalam pemilu serentak 2019. “Saya berharap, Andika Perkasa sebagai KASAD yang baru bisa menetralisir TNI khususnya TNI Angkatan Darat dalam pemilu 2019 ini. Sehingga marwah TNI sebagai pengawal demokrasi tetap terpelihara”, tutup Karyono.

Berita Lainnya
Mendagri Optimis Pemilu 2019 Berlangsung Luber dan Jurdil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yakin bahwa Pemilu 2019 akan...
PKPU HI Raih Penghargaan ‘Moeslim Choice Award 2018’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PKPU Human Initiative (HI) memperoleh penghargaan anugerah Moeslim Choice...
Wiranto: Operasi Penyelamatan Korban KKB Terus Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), W...
Proyek Palapa Ring Terkendala Peristiwa Nduga JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengerjaan proyek jaringan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring paket ...
Wapres: Elit Papua Harus Berperan Atasi Konflik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tokoh masyarakat, tokoh adat, pejaba...
Kanal: Nasional