Loading...

Pengemudi Go-Jek Lakukan Long March, Thamrin Macet

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Pengemudi ojek online, Go-Jek melakukan unjukrasa di depan bundaran air mancur Bank Indonesia atau pojok Monumen Nasional dan bergerak menuju kantor Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Mereka saat ini tertahan di depan Gedung Kementerian Pariwisata sehingga memicu kemacetan lalu lintas di sepanjang Jalan MH Thamrin menuju Jalan Merdeka Barat, tempat Gedung Kementerian Perhubungan berada.

Sekalipun sejumlah polisi sudah turun tangan dengan mengatur arus lalu lintas, kepadatan kendaraan bermotor tetap tak terhindarkan sehingga terjadi kemacetan parah.

Akibatnya, banyak pengemudi sepeda motor yang tak sabar dan melawan arus sehingga kemacetan kian parah.

Salah seorang pengemudi Gojek, Sabar, mengatakan para pengemudi Gojek ini ingin bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang tujuannya agar hak mereka sebagai pengemudi Go-Jek bisa dilindungi.

“Pengemudi Go-Jek yang demo tidak saja datang dari Jabodetabek, tapi juga ada yang datang dari luar Pulau Jawa seperti Lampung,” katanya.

Dia yang datang dari Lampung untuk ikut demo mengatakan, tukang Gojek di Lampung misalnya diperlakukan kasar oleh tukang ojek non-online, seperti dengan cara merampas handphone lalu merusaknya, serta sepeda motornya juga dirampas dan dirusak.

Sementara itu pengemudi Go-Jek sampai saat ini masih terus berdatangan dengan cara bergerombol menuju Kementerian Perhubungan dan berharap bisa bertemu dengan Menhub.

Demo sampai pukul 18.00 WIB

Petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat siang ini sibuk mengamankan demonstrasi pengemudi ojek online Go-Jek di depan Istana Kepresidenan yang rencananya akan berlangsung pada pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB.

“Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Selasa.

Argo mengatakan massa yang berunjukrasa menamakan dirinya sebagai anggota Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda).

Argo menyatakan petugas siaga mengamankan massa pengunjuk rasa dan mengatur arus lalu lintas di sekitar aksi yang akan berdampak terhadap kepadatan kendaraan.

Argo menuturkan massa yang berunjuk rasa menuntut pemerintah merasionalisasikan tarif ojek daring yang dinilai tidak masuk akal.

Menurut rencana, Argo mengatakan pihak Istana Kepresidenan akan menerima beberapa perwakilan dari pengunjuk rasa guna menyampaikan tuntutan.

“Rencananya Presiden akan menerima perwakilan namun belum pasti jamnya,” ujar polisi perwira menengah tersebut.

Argo mengimbau seluruh massa yang melakukan aksi menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta menyampaikan aspirasi secara damai sehingga tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

(fr)

Berita Lainnya
KPK Periksa Idrus Marham Terkait Kasus Bakamla JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Komisi Pemberantasna Korupsi (KPK) memeriksa politisi Partai Golkar Idrus Marham sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap ...
KA Minangkabau Ekspres Diresmikan Presiden PADANG, TAJUJTIMUR.COM — Setelah menjalani masa uji coba melayani penumpang sejak 1 Mei 2018 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negar...
Survei Indikator: Ganjar-Taj Yasin 72,4 persen, Sudirman Said 21 persen JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Pasangan calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengungguli pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam survei e...
Kritik Menag, Said Aqil: Yang Dirilis Harusnya yang Dicekal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengatakan Kementerian Agama seharusnya merilis daftar nama...
Kominfo Belum Blokir 19.500 Situs Radikal YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan verifikasi terhadap 19.500 situs radikal, terorisme dan ekstrimisme yang...
Kanal: Nasional