Loading...

Petani Unjuk Rasa Minta Pemerintah Stabilkan Harga Bawang Merah

PATI (TAJUKTIMUR.COM) – Ratusan petani bawang merah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut pemerintah menolong petani agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar dengan menstabilkan harga jual bawang merah, Senin.

Aksi unjuk rasa ratusan petani bawang merah yang tergabung dalam Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP) digelar di Alun-alun Pati, digelar dengan mengusung sejumlah poster bertuliskan tentang keluhan petani soal anjloknya harga bawang merah.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menampilkan pocong sebagai simbol kerugian petani bawang merah karena bukan keuntungan yang diperoleh, melainkan kerugian.

“Kami hanya bisa berharap kepada pemerintah agar bisa menstabilkan harga bawang merah,” kata koordinator aksi Suparlan di Pati, Senin.

Ia mengaku, sedih karena harga jual bawang merah saat ini hanya dihargai Rp5.000 per kilogram, sedangkan harga yang bisa membuat petani untung berkisar Rp17.000/kg.

Menurut dia, pemerintah bisa membantu petani bawang merah, karena Bulog juga bisa melakukan penyerapan komoditas tersebut.

Sebelumnya, kata dia, Bulog juga berjanji akan menyerap, namun hingga sekarang belum juga terealisasi.

Ia mengaku, bingung harus mengadu ke mana, agar kerugian yang diderita petani bawang merah tidak semakin besar.

“Mudah-mudahan, Bupati Pati bisa mencarikan solusi terbaik atas kondisi yang dialami petani bawang merah saat ini,” ujarnya.

Sumarno, petani bawang merah lainnya mengaku, petani bisa mengembalikan permodalan sangat disyukuri, karena harga jual Rp5.000/kg sangat merugikan petani.

Harga jual bawang merah mulai turun, kata dia, sejak pertengahan tahun 2017 dan berlanjut hingga sekarang.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat menerima perwakilan petani bawang merah di aula Pendopo Kabupaten Pati menyatakan, kesiapannya membantu petani agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

“Kami akan menginstruksikan semua PNS di Pati untuk membeli bawang merah dari petani di Pati sebagai bentuk gerakan solidaritas terhadap petani,” ujarnya.

Setiap PNS, kata dia, akan diminta membeli dalam jumlah minimal dua kilogram dengan harga Rp15.000 per kilogramnya.

Ia menganggap, harga jual bawang sebesar Rp15.000/kg, tentu masih bisa dijangkau para PNS.

“Apalagi, tambahan penghasilan pegawai (TPP) PNS di Pati juga cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara jumlah PNS di Kabupaten Pati tercatat sebanyak 11.100 PNS, sehingga ketika semuanya bersedia membeli bawang merah petani tentunya bisa mengurangi beban kerugian yang bakal ditanggung petani.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Polisi Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Polisi telah menangkap seorang terduga perusak atribut Partai Demokrat d...
Kapendam Cendrawasih: Situasi Nduga Berangsur Normal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mene...
SBY Sayangkan Perusakan Atribut Demokrat di Pekanbaru RIAU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan perusa...
Bawaslu Catat 192.129 Laporan dan Pelanggaran Kampanye JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menemukan dan menerima setidaknya 19...
Kanal: Nasional