Loading...

PKS Sebut Anggaran Pertemuan IMF Rp 800 M Absurd

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Pengeluaran anggaran negara Rp 800 miliar oleh pemerintah untuk penyelenggaraan International Monetery Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting 2018 menuai kritik dan panen hujatan.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan, di tengah kondisi perekonomian yang belum membaik, serta keuangan negara yang masih defisit ditambah beban hidup masyatakat yang makin terhimpit, anggaran sebesar itu merupakan pemborosan.

“Tapi anggaran sebesar itu merupakan pemborosan. Adanya hajatan dengan biaya Rp 800 miliar merupakan hal yang absurd (konyol, red),” kata Mardani dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (5/5).

Dia berpendapat, saat pemerintahan Presiden Jokowi mencabut subsidi yang menyebabkan daya beli masyarakat terjun bebas, pengeluaran anggaran negara sebesar itu sangat naif.

Soal apakah ada dampak dari pertemuan itu terhadap perekonomian rill di tengah masyarakat, Mardani menyarankan untuk mengkonfirmasinya langsung kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kendati begitu, Mardani berani menggaransikan bahwa IMF dan World Bank tidak terbukti sebagai institusi yang ramah pada negara berkembang.

Berita Lainnya
Kelompok Cipayung Plus Bantah Isu Dukung Jokowi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Para Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus memba...
10 Pemerhati Anak Terima Penghargaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak pada Minggu memberikan penghargaan kepad...
BMKG: Hujan Ekstrim Berpotensi Terjadi hingga Desember BOGOR, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor...
Ma’ruf Amin: Program Jokowi dirasakan Masyarakat LEBAK, TAJUKTIMUR.COM - Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan program yang dijalankan Presi...
Soal Perda Keagamaan, Maarif Institute Sayangkan Kriminalisasi Grace Natalie JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz menyayangkan krim...
Kanal: Nasional