Ia menuturkan, penetapan tersangka terhadap TW dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi pada Selasa (1/8). Pemeriksaan dilakukan terhadap direksi dan saksi ahli. Setelah pemeriksaan, polisi pun melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut.

“Kami periksa 15 saksi, setelah itu kami tetapkan (TW) sebagai tersangka,” kata Martinus.

Menurut dia, TW akan ditahan di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan setelah penetapannya sebagai tersangka. “Penahanan itu nanti kan setelah 1x 24 jam,” tutur Martinus.

Polisi sebelumnya menduga PT IBU melakukan pelanggaran terhadap Pasal 382 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perdagangan dengan menipu pihak lain, Pasal 8 Undang-undang Perlindungan Konsumen tentang barang dan/atau jasa yang tidak mencantumkan informasi yang benar, serta Pasal 141 Undang-undang Pangan tentang aturan label kemasan pangan.

Hal tersebut terjadi karena PT IBU diduga melakukan kecurangan dengan membeli gabah dengan harga lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Gabah tersebut kemudian digiling menjadi beras, dikemas dan dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi di pasaran.

Selain itu, PT IBU juga diduga melakukan penipuan mutu beras. Pasalnya, informasi nilai gizi yang tertera di label kemasan Ayam Jago dan Maknyuss tidak sesuai hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh polisi.

Pemerintah menyebut indikasi kerugian atas kecurangan tersebut mencapai Rp 10 triliun. Angka tersebut didapat dari selisih harga beli dan jual kembali beras produksi PT IBU dan PT SAKTI sejak diakuisisi PT TPS pada 2010 lalu.

(and/ttcom)