Loading...

Potensi Perempuan Untuk Menjadi Penggerak Perdamaian

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Keterlibatan perempuan sangat penting sebagai penggerak perdamaian dari berbagai fenomena konflik rumah tangga dan di ruang publik karena saat terjadi konflik, perempuan dan anaklah yang paling menderita.

Hal tersebut mengemuka dalam Simposium “Peran Ibu dan Ulama Perempuan sebagai Pencipta dan Penggerak Perdamaian dalam Keluarga dan Masyarakat” yang digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-89 dan kunjungan kenegaraan Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani ke Indonesia.

Dalam simposium tersebut, Menteri PPPA, Yohana Yembise dan Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani mengajak agar kaum perempuan dapat berperan dalam pembentukan karakter dan menumbuhkan rasa cinta perdamaian di keluarga dan masyarakat.

“Pada Mei lalu, saya hadir di Simposium Afghan Women : Messenger of Peace. First Lady Afghanistan, Rula Ghani tertarik untuk mempelajari Pancasila dan Kebhinekaan yang saya bicarakan karena mampu mempersatukan Bangsa Indonesia. Bagi kami, peran perempuan, khususnya kaum ibu sebagai pencipta dan penggerak perdamaian sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik karena saat adanya konflik, perempuan dan anak-anaklah yang paling menderita. Sayangnya peran perempuan seringkali luput dari narasi pencegahan konflik. Saya menghimbau agar seluruh perempuan, khususnya kaum ibu mampu menjadi peace maker minimal dalam lingkup keluarga karena keluarga adalah lingkungan yang paling pertama untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian,” tegas Menteri Yohana dalam simposium yang juga dihadiri Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Menteri Yohana juga menyinggung peran ulama perempuan dalam mendorong proses perdamaian dalam penyelesaian konflik, terutama untuk mengatasi perbedaan dan memperkuat persatuan. Menurut Yohana, ulama memiliki peranan yang penting dalam mengajarkan kerukunan antarumat beragama dan menciptakan deradikalisasi untuk mencegah aksi terorisme.

Selain bagi Pemerintah Indonesia, isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan salah satu prioritas kebijakan Pemerintah Afghanistan, khususnya terkait peningkatan pendidikan perempuan, pemberdayaan perempuan dalam ekonomi, pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, serta peran perempuan dalam keluarga untuk mendorong upaya perdamaian di Afghanistan. Hubungan antara Indonesia dan Afghanistan telah berlangsung baik selama lebih dari 6 dekade. Indonesia memandang Afghanistan sebagai negara sahabat dan salah satu negara prioritas dalam pemberian bantuan peningkatan kapasitas, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan telah menaruh perhatian besar terhadap upaya perdamaian di Afghanistan.

“Selama kunjungan singkat di Jakarta, saya bermaksud untuk mendengarkan pengalaman dan saran dari Indonesia, khususnya peran Ulama Perempuan Indonesia dan pemahaman mereka tentang tuntunan Kitab Suci Al-Quran dalam upaya membangun perdamaian. Saya juga tertarik untuk berinteraksi dan bertukar pikiran dengan perempuan Indonesia anggota parlemen serta perempuan di masyarakat. Selama berlangsungnya simposium, saya menilai bahwa memang benar perempuan memiliki peranan, baik dalam keluarga maupun di lingkup masyarakat yang lebih luas, mampu berdiri melawan kekerasan yang terjadi di kehidupan sehari-hari dan meningkatkan perdamaian dalam lingkungan sekitarnya melalui jalur interaksi damai dimana perpecahan dan perdebatan akan terselesaikan melalui musyawarah, mediasi, dan negosiasi,” ujar Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani.

Sebelumnya, Menteri Yohana telah melakukan kunjungan ke Afghanistan untuk menjadi keynote speaker dalam Simposium Internasional ke-4 Afghan Women : Messenger of Peace pada 14 – 16 Mei 2017 lalu.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Indef: Visi Jokowi Terkait B100 Sulit Dicapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly ...
Soal Ledakan, Wiranto: Ada pihak yang iseng dan usil sengaja membuat kericuhan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wi...
Kanal: Nasional