Loading...

Prabowo Hadiri Silaturahmi Kebangsaan Pergerakan Indonesia Maju

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri Silaturahmi Kebangsaan yang diadakan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat malam.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apa yang menjadi pokok pikiran PIM sejalan dengan manifesto yang dimiliki Partai Gerindra.

“Terima kasih saya diundang, pemikiran dan aspirasinya akan kami pelajari. Namun sepintas kami baca kok sama dengan manifesto perjuangan Gerindra,” kata Prabowo.

Prabowo mempersilahkan anggota PIM menentukan pilihannya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan dirinya akan mematuhi apapun keputusan rakyat.

Dia menekankan, setiap orang boleh menentukan pilihan politiknya namun yang tidak boleh adalah bermain-main dengan nasib bangsa dan tidak boleh membohongi rakyat.

“Siapapun yang dipilih kita hormati, karena kita ingin Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur,” ujarnya.

Ketua umum PIM, Din Syamsuddin mengatakan telah merangkum beberapa pemikiran dalam rangka penguatan visi kebangsaan Indonesia dan ada beberapa faktor strategis untuk mewujudkan Indonesia yang maju.

Pertama menurut dia, tata kelola pemerintahan yang baik, itu adalah prasyarat bagi terwujudnya kemajuan bangsa dan prasyarat itu harus menjelma pada setiap skala penyelenggaraan negara baik eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun pusat hingga daerah.

Kedua, dia mengatakan urgensi terwujudnya kepemimpinan transformatif karena merupakan faktor penentu berjalan atau tidaknya roda pemerintahan.

“Sementara, kepemimpinan transformatif adalah kepemimpinan yang visioner, kuat, dan berorientasi pada perubahan,” ujarnya.

Ketiga, menurut dia masyarakat berbasis ilmu dan teknologi juga dianggap sebagai salah satu faktor penting sehingga penguasaan ilmu dan teknologi harus menjadi prioritas program pembangunan.

Hal itu perlu untuk mendotong budaya gemar membaca dan menulis sedini mungkin, dan menggalakkan pengkajian dan penelitian.

“Keempat, keseimbangan antara infrastruktur fisik dan infrastruktur non fisik. Manusia adalah subyek pembangunan maka pembangunan perlu mengambil bentuk humanisasi yakni pemanusiaan manusia itu sendiri,” katanya.

Terakhir menurut dia, suasana kebersamaan menjadi faktor strategis penting lainnya dalam memajukan kehidupan bangsa.

Din mengatakan suasana kebersamaan ini ditandai derajat kerukunan nasional yang tinggi di antara elemen-elemen kemajemukan bangsa.

Berita Lainnya
Heli MI-8 Lakukan ‘Water-Bombing’ Wilayah Terdampak Likuifaksi Sulteng PALU, TAJUKTIMUR.COM – Helikopter MI-8 mulai melakukan kegiatan water-bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak likuifaksi, seperti Petobo, Balar...
Iklan Rekening Dianggap Curi Start Kampanye, Ini Komentar Erick Thohir JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam pemasangan iklan berisi nomor reken...
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
AMCF Dirikan Tenda Hunian Sementara untuk Pengungsi Gempa Donggala DONGGALA,TAJUKTIMUR.COM - Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mendirikan tenda hunian sementara (huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Lapangan Bola Sipi, Sipi, Si...
Kanal: Nasional