Loading...

Presiden Jokowi: Kita Orang-orang Paling Bahagia di Dunia

BALI, TAJUKTIMUR.COM – Presiden Joko Widodo menjadi Pembicara Utama Tri Hita Karana Forum on Sustainable Development yang diselenggarakan di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Tri Hita Karana merupakan filosofi masyarakat Bali yang berarti tiga kebahagiaan, bukan hanya satu bahagia saja, yaitu kebahagiaan dalam bermasyarakat, kebahagiaan dengan alam, dan kebahagiaan bersama Tuhan.

Presiden juga menyampaikan bahwa sebagai pemimpin, politikus, dan teknokrat sering sibuk dan serius membicarakan perbedaan kebijakan dan statistik, dan lupa dengan tujuan utama kita. “Kita hanya membicarakan apa yang sudah kita capai, namun kita lupa bagaimana menyampaikan kebahagiaan secara sederhana kepada masyarakat kita,” kata Presiden.

Sustainable Development goals yang menjadi bahasan pada pertemuan Forum Tri Hita Karana merupakan pembahasan bagaimana terobosan sistem keuangan dapat mengurangi penderitaan, kemiskinan, dan ketidakpedulian.

Presiden juga mengingatkan isu yang sering didengar dari waktu ke waktu, yaitu “Apakah Kamu Bahagia, dan Apa Yang Membuatmu Bahagia”. Berdasarkan survey tahun 2017 oleh Gallups International yang dirilis tahun 2018, disebutkan Indonesia menempati Peringkat 8 dunia atas tingkat kebahagiaan masyarakatnya. Lebih lanjut, survey yang dilakukan oleh lembaga yang sama menemukan fakta bahwa Indonesia menempati peringkat pertama di dunia atas tingkat optimistis masyarakatnya. Ada juga survei yang dilakukan oleh Edelman (organisasi PR Internasional) pada tahun 2017, yang dirilis pada Annual Edelman Trust Barometer, yang menyebutkan Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia atas kepercayaan masyarakatnya kepada pemerintah. Peringkat pertamanya ditempati oleh Switzerland.

Indonesia Tempat yang Tepat Mencari Kebahagiaan

Presiden menyampaikan bahwa walaupun Indonesia menghadapi banyak tantangan antara lain bencana alam seperti gempa di Lombok dan tsunami di Sulawesi Tengah, namun Indonesia adalah tempat yang tepat untuk mencari kebahagiaan.

“Kita mungkin bukan yang terkaya, bukan yang tercanggih, tapi kita adalah orang-orang paling bahagia di dunia,” kata Presiden bersemangat.

“Jadi apa yang membuat rakyat Indonesia bahagia? ini adalah pekerjaan rumah Bapak dan Ibu untuk mencari tahu, “ lanjut Presiden. Itulah sebabnya Bapak dan Ibu ada di sini, di Indonesia. Mungkin harus mengelilingi negara ini dan membelanjakan semua dollar Bapak Ibu di Indonesia untuk mencari tahu kenapa rakyat Indonesia bahagia,” kelakar Presiden.

Pada akhir paparannya, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih atas segala pekerjaan baik yang telah dilakukan, terobosan pekerjaan untuk menciptakan inovasi, dan proses keuangan yang baik di bawah SDGs. “Saya berharap Bapak Ibu semua mudah-mudahan lebih produktif dan mendapatkan tiga kebahagiaan di Bali”, tutup Presiden.

Berita Lainnya
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
AMCF Dirikan Tenda Hunian Sementara untuk Pengungsi Gempa Donggala DONGGALA,TAJUKTIMUR.COM - Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mendirikan tenda hunian sementara (huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Lapangan Bola Sipi, Sipi, Si...
Gerindra Dukung Polri Berantas Hoax JAKARTA,TAJUKTIMUR.COM , Meskipun partai Gerindra konsen terhadap upaya mengkritisi kinerja Pemerintahan Jokowi terutama dalam bidang ekonomi, namun dukungan terhadap Pol...
Partai Demokrat Optimistis Raih 15 Persen Kursi DPR RI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menegaskan bahwa partainya optimistis meraih 15 persen kursi DPR RI atau sekit...
Kanal: Nasional