Loading...

Presiden Pimpin Rapat Terbatas Bahas Pembangunan SDM

BOGOR, TAJUKTIMUR.COM – Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas pembangunan sumber daya manusia untuk akselarasi pertumbuhan ekonomi di Istana Bogor, Rabu.

“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa tahapan besar pembangunan infrsatruktur yang telah berjalan dan mulai banyak yang telah selesai dan mulai banyak menampakan hasil, kita akan masuk tahapan besar berikutnya yaitu investasi di bidang SDM, investasi di bidang sumber daya manusia,” kata Jokowi saat menyampaikan pengantar ratas di Ruang Garuda Istana Bogor.

Kepala Negara mengatakan pembangunan SDM ini harus bisa menjadikan 260 juta penduduk Indonesia sebagai sebuah kekuatan besar Negara Indonesia.

“Bukan hanya untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mengejar kesejahteraan, untuk mengejar kemajuan bersama,” katanya.

Presiden juga melihat pembangunan SDM ini ada dua kunci, pertama perbaikan sistem pendidikan, terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Empat tahun terakhir ini kita telah memulai langkah-langkah perombakan dan perbaikan di dalam sistem pendidikan vokasi kita, tetapi saya kira kita belum secara penuh melakukan perombakan besar-besaran,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, perombakan yang dilakukan di Sekolah Menengak Kejuruan (SMK), baik kurikulum maupun penataan kompetensi, terutama untuk guru-guru sudah dimulai, tetapi masih memerlukan sebuah perombakan yang besar.

“Kita minta mulai tahun depan betul-betul dilakukan secara besar-besaran,” kata Presiden.

Kedua adalah peningkatan keterampilan pencari kerja dan juga pekerja melalui pelatihan vokasi dan program sertifikasi, kata Jokowi.

“Saya minta ini tahun depan juga dilakukan besar-besaran. Saya melihat, misalnya di kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) program sertifikasi untuk para pekerja sesuatu yang sangat bagus, tetapi jumlahnya masih kecil,” ungkapnya.

Untuk itu, Jokowi meminta program ini didorong dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan, termasuk melibatkan pesantren-pesantren.

“Sehingga diharapkan para santri bukan hanya mendapatkan pendidikan yang berkaitan dengan agama, tetapi jika keterampilan,” kata Presiden.

Dalam Ratas ini hadir para Menteri Kabinet Kerja, diantaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Komunikasi ndan Informasi Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Berita Lainnya
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Polisi Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Polisi telah menangkap seorang terduga perusak atribut Partai Demokrat d...
Kapendam Cendrawasih: Situasi Nduga Berangsur Normal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mene...
SBY Sayangkan Perusakan Atribut Demokrat di Pekanbaru RIAU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan perusa...
Kanal: Nasional