Loading...

Presiden Sindir Kinerja Menteri Siti Nurbaya

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Presiden menyoroti kinerja Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, yang dinilainya hanya bisa menghabiskan anggaran jatah Kementeriannya, tanpa hasil kerja yang jelas.

Kepada Menteri Siti, Jokowi menyoroti program penanaman satu juta pohon. Jokowi kecewa karena tidak melihat hasil kongkretnya. Padahal anggaran yang diberikan berjumlah triliunan rupiah.

“Di Kementerian Kehutanan anggarannya berapa triliun setiap tahun. Sudah habis berapa triliun. Jadinya apa? Tunjukkan kepada saya hutan yang jadi,” tegas Jokowi dengan nada tinggi saat berkunjung ke kampus Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12) lalu.

“Ya kalau tidak bisa, 1.000-2.000 (pohon) jadi setiap tahun, ngak usah ngomong. Kalau 20 tahun sudah jadi berapa puluh ribu pohon itu. Tidak usah kita kayak dulu-dulu (program) menanam pohon satu miliar pohon. Menanam satu juta pohon, mana yang jadi? Satu juta pohon paling 3 saja yang hidup. Satu miliar (pohon) mungkin hanya enam pohon saja yang tumbuh. Kita harus ngomong apa adanya. Karena kita harus blak-blakan, yang penting ke depan harus diperbaiki,” sindir presiden.

Jokowi menambahkan jika dirinya pernah menanyakan langsung permasalahan penanaman dan pengelolaan hutan pada Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar. Jokowi menanyakan tentang anggaran tahun 2017 untuk penanaman pohon sudah menghasilkan apa.

“Saya jengkel betul. Saya tanya ke Menterinya. Mana barangnya? Anggaran tahun ini. (Dijawab) sudah ditanam sekian ribu hektar. Ya mana tanamannya. Saya orang lapangan. Akan saya cek dan kontrol semuanya,” tegas Jokowi.

“Urusan ini saya akan kejar terus, harus jadi barang. Karena triliunan (anggarannya), sudah bertahun-tahun. Mulai saat ini uang itu harus jadi pohon hidup, harus jadi hutan dan kemakmuran rakyat,” sentilnya.

Presiden Jokowi pernah menyinggung soal penggunaan uang negara saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Saat itu Presiden Jokowi mengingatkan kementerian dan lembaga untuk mengelola APBN secara efisien, tidak hanya dialokasikan untuk keperluan rapat atau jalan-jalan. Anggaran negara harus difokuskan program inti yang ingin dicapai pemerintah dan target nawacita.

Sementara itu, belum ada komentar dari Menteri KLH Siti Nurbaya soal sindiran Presiden Joko Widodo saat berkunjung di kampus Almamaternya, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Malam 212 Dianggap Bermuatan Politik, Yusuf Martak: Gak Usah Panik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membe...
Masyarakat dari Berbagai Penjuru Hadiri Malam Munajat 212 di Monas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Agenda munajat bertema "Meningkatkan Peran Ulama untuk Memperkuat Ukhuwah ...
PKS berjanji menghapus pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda Bidang Ekonomi, Muhammad ...
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
Kanal: Nasional