Loading...

Proyek Palapa Ring Terkendala Peristiwa Nduga

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Pengerjaan proyek jaringan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring paket Timur terkendala peristiwa kekerasan di Kabupaten Nduga, Papua.

Namun, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan pembangunan di lokasi lain tetap berjalan.

“Yang cukup menantang (Palapa Ring paket) Timur, kemarin di Nduga berpengaruh karena ada jalur kita yang dibangun di kabupaten itu,” kata Direktur Utama Bakti, Anang Latif, saat ditemui di acara di Ekosistem Digital Pembiayaan Ultra Mikro di Kementerian Keuangan, Selasa (11/12).

Agung mengatakan otoritas keamanan di kabupaten Nduga, menghentikan pembangunan jaringan pita lebar di wilayah tersebut hingga situasi kondusif.

“Kami berhenti, tapi, lokasi-lokasi lainnya tetap bangun, yang secara keamanan dibolehkan,” kata Anang.

Anang menyebut kejadian di Nduga pekan lalu merupakan “keadaan kahar”, atau situasi luar biasa, yang tidak dapat dihindari.

“Ini tentu jadi pertimbangan bersama,” kata dia.

Palapa Ring paket Timur dijadwalkan selesai pada pertengahan 2019 mendatang sehingga seluruh wilayah di Indonesia terhubung dengan jaringan pita lebar.

Sementara itu, pembangunan Palapa Ring paket Tengah hampir mencapai 100 persen, saat ini BAKTI sedang menyelesaikan urusan administrasi.

“Sekarang (progres menuju selesai) kurang dari 0,5 persen. Bagaimana kelengkapan administrasi sehingga nanti ketika beralih dari masa konstruksi ke komersial, administrasi selesai”.

Secara teknis, menurut Anang, bulan ini infrastruktur Palapa Ring paket Tengah sudah dapat beroperasi. Bulan Oktober lalu.

BAKTI menyatakan pembangunan Palapa Ring Tengah sempat terkendala pasokan listrik saat gempa melanda Palu.

Tapi, kendala listrik putus tersebut hanya berlangsung selama satu hari dan tidak berpengaruh terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur tersebut. yang waktu itu sudah mencapai 98 persen.

Palapa Ring paket Barat sudah beroperasi sejak pertengahan 2018, BAKTI sejak September lalu sudah menetapkan tarif penggunaan layanan jaringan serat optik bagi operator.

Berita Lainnya
Papua Barat paling rendah Tingkat Kepatutan Pelaporan Harta Kekayaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Ba...
Pushidrosal TNI-AL Temukan CVR Lion Air JT-610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diga...
Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dari lima tema besar Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wak...
Relawan Jokowi – Prabowo gelar Pertandingan Persahabatan KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Relawan pendukung pasangan Jokowi - KH Ma`ruf Amin dan Prabowo - Sand...
BMKG: Gempa beruntun tidak memicu tsunami Selat Sunda YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa b...
Kanal: Nasional