Loading...

PT Pelni: Pemudik dengan Kapal Laut Menurun

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memperkirakan ada tren penurunan pemudik yang menggunakan kapal laut tahun ini.

“Dibandingkan Ramadan tahun lalu sekitar 574 ribu, sekarang untuk `peak season` mudik ini kami siapkan untuk kapasitas 573 ribu tahun ini,” kata Direktur Armada Pelni, Tukul Harsono di Pelabuhan Tanjung Priok, belum lama ini.

Tukul mengatakan tren penurunan penumpang memang sudah terjadi dalam lima tahun terakhir. Hal itu karena pemerintah telah meningkatkan infrastruktur, seperti memperpanjang “runway” di beberapa bandara.

Akibatnya, pemudik yang ingin lebih cepat sampai ke kampung halamannya, beralih ke moda transportasi udara, dibandingkan dengan kapal laut.

Pelni mencatat tren penurunan pemudik menggunakan kapal Pelni pada 2012 sebesar 815.392 orang, kemudian pada 2013 menjadi 708.272 orang. Tahun 2014 tercatat 763.916 orang, tahun 2015 menjadi 693.793, tahun 2016 tercatat 586.322 orang dan tahun 2017 menjadi 573.944 orang.

Namun, Tukul menjelaskan sejumlah pemudik masih menjadi pelanggan Pelni, terutama masyarakat menengah ke bawah, membawa banyak barang, dan berasal dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Pada masa angkutan Lebaran 2018, Pelni menyiapkan 26 kapal penumpang. Kapal tersebut singgah di 91 pelabuhan, melayani 1.100 ruas serta menempuh jarak 98.329 mil dengan kapasitas 53.763 penumpang per hari.

Selain itu, Pelni juga menyiapkan 47 armada kapal perintis untuk melayani pemudik menuju 305 pelabuhan dan 4.620 ruas dari pulau-pulau besar ke pulau terpencil dan terluar.

Menurut Tukul, selama ini mudik lebih dikenal dari Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun kapal Pelni melayani hampir ke seluruh pulau di Tanah Air.

Berita Lainnya
Malam 212 Dianggap Bermuatan Politik, Yusuf Martak: Gak Usah Panik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membe...
Masyarakat dari Berbagai Penjuru Hadiri Malam Munajat 212 di Monas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Agenda munajat bertema "Meningkatkan Peran Ulama untuk Memperkuat Ukhuwah ...
PKS berjanji menghapus pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda Bidang Ekonomi, Muhammad ...
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
Kanal: Nasional