Loading...

Ratusan Mahasiswa Tuntut Presiden Jokowi Bertanggungjawab

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Kota se-Indonesia dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/9/2018)

Massa menuntut jika Presiden Jokowi tidak bisa menstabilkan nilai tukar rupiah, menghentikan impor yang tidak pro rakyat, serta menstabilkan harga bahan pokok, maka sebaiknya mundur dari presiden dan calon presiden 2019.

Koordinator Forum Pemuda dan Mahasiswa Se-Indonesia, Harso mengungkapkan selama ini pemerintahan Jokowi tidak bisa mengatur dan mengelola perekonomian bangsa.

“Jokowi harus bertanggung jawab. Indonesia menjadi hancur. Selama pemerintahannya, Indonesia semakin miskin, harga-harga mahal dan rupiah anjlok,” tegas Hasto.

Pihaknya meminta agar Presiden Jokowi dan para pembantunya untuk segera memberikan solusi yang nyata atas keadaan Indonesia saat ini.

“Presiden dan mereka yang di sekelilingnya jangan hanya hura-hura, mereka semua harus memberikan solusi riil untuk negara ini,” tukasnya.

Pantauan tajuktimur.com, puluhan mahasiswa yang tergabung dari seluruh kampus dan pemuda dari beberapa kota di Jakarta dan sekitarnya itu membawa spanduk bertuliskan “Rupiah Anjlok Jokowi Lengser”.

Aksi ini dikawal oleh lebih dari 80 anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat. Di pojok-pojok massa aksi, ada sekitar dua bus dan satu truk polisi untuk pengamanan lokasi.

 

Demo Mahasiswa di Gedung Kementerian Keuangan

Ratusan mahasiswa dari UMJ, UI, BSI dan beberapa elemen mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Kementerian Keuangan, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Baik di Istana maupun di Kemenkeu, tuntutan mahasiswa sama, yaitu menuntut pemerintah memperbaiki perekonomian nasional.

Menstabilkan harga bahan pangan pokok, menghentikan kebijakan impor, serta menekan terpuruknya nilai tukar rupiah atas dolar AS.

Sementara itu, menjelang pukul 17.00 sore pihak kepolisian meminta massa aksi membubarkan diri. Namun, massa aksi belum bersedia membubarkan karena kontrak politik yang mereka sodorkan belum juga ditandatangani oleh pihak Kemenkeu.

Perwakilan Kementerian Keuangan menemui massa mahasiswa yang melakukan Aksi di depan Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/9/2018) (foto: dwisan)

 

Akibat terus didesak oleh pihak kepolisian untuk membubarkan diri, mahasiswa pun mengamuk dan merusak pagar kantor Kemenkeu. Massa aksi akhirnya ditemui oleh perwakikan Kementerian Keuangan.

Berita Lainnya
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batuk...
Panglima Kogasgabpad Serahkan Kunci Rumah Kepada Warga Lombok LOMBOK, TAJUKTIMUR.COM - Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Reko...
PKS Targetkan Keterwakilan Perempuan di DPRD Sukabumi Naik SUKABUMI, TAJUKTIMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menargetkan keterwakilan pe...
Lion Air: Identifikasi Korban Masih Tetap Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro m...
BIN: Tujuh PTN di 15 Provinsi Terpapar Paham Radikal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan, ada ...
Kanal: Nasional