Loading...

Rocky Gerung: Gerakan #2019GantiPresiden Tak Perlu disikapi Berlebihan

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Maraknya pelarangan dan persekusi atas gerakan #2019GantiPresiden justru akan meraih simpati masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung pada acara diskusi “Pemilu dan Ancaman Retaknya Kerukunan Sosial” yang digelar di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, pada Rabu (29/8).

“Begini ya, dalam teori mutakhir tentang public relation sesuatu yang tidak ada justru jadi ada setelah dilarang. Jadi hashtag itu akan makin ada setelah negara membuat larangan,” ungkap Rocky.

Rocky mengatakan, demokrasi justru akan semakin berkembang jika terjadi perdebatan karena perbedaan pandangan politik, maka tidak perlu disikapi terlalu berlebihan.

“Jadi kita disiksa oleh perdebatan yang tidak ada substansi. Biarkan saja perdebatan itu karena demokrasi itu hidup dari perdebatan, apalagi kemudian intelijen masuk ikut-ikutan,” imbuhnya.

Rocky menampik anggapan jika gerakan #2019GantiPresiden disebut sebagai sebuah tindakan makar karena tidak ada upaya menggerakkan masyarakat untuk menjatuhkan pemerintah.

“Makar itu dibuat tahun 1930 oleh pemerintah Belanda untuk mempertahankan kekuasaan. Nah kalo orang pasang hashtag di Riau, apa hubungannya dengan kestabilan politik di Istana?,” tutupnya.

Gerakan #2019GantiPresiden menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pada awalnya gerakan ini digagas oleh pihak oposisi yang pertama kali dikeluarkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Alisera.

Di beberapa wilayah, gerakan #2019GantiPresiden ini mendapatkan penolakan dan bahkan persekusi seperti yang menimpa aktivis perempuan Neno Warisman di Riau dan Musisi Ahmad Dhani di Surabaya.

Berita Lainnya
Ukhuwah Islamiyah Wujudkan Pemilu Damai 2019 TANGERANG SELATAN, TAJUKTIMUR.COM - Mabes Polri bekerja sama dengan yayasan Majelis Taklim Ad Dzikri...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Awasi Tarif Maskapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Perhubungan mengeluarkan edaran kepada Unit Penyelenggara Band...
Masyarakat Terlibat Politik Uang Bisa Dipidana PALU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Tengah, Ruslan Husein, menegaska...
Dompet Dhuafa Gelar Kampanye Humanesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dompet Dhuafa menggelar aksi humanesia. Aksi kampanye ini dengan semangat ...
KPK: UU Tipikor di Indonesia Belum Berstandar Internasional JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Undang-Undang RI Antikorupsi No...
Kanal: Nasional