Loading...

Sandiaga Dituding Curi Start Kampanye, PAN: Baca dulu Aturannya!

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah kritik yang mengatakan bahwa serangkaian kegiatan bakal calon wakil presiden (bacawapres) Sandiga Salahuddin Uno di sejumlah kampus merupakan bagian dari curi start kampanye. Zulkifli justru meminta pihak yang mengkritik hal itu untuk membaca undang-undang pemilu.

“Yang kritik siapa? Yang kritik itu baca dulu aturannya, jangan sirik,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/9).

Ia pun keberatan jika kunjungan pasangan calon presiden ke kampus-kampus dianggap mencuri starti kampanye. Zulkifli menjelaskan, seseorang calon dikatakan mencuri start kampanye jika sudah ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Sedangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masih sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden.

“Mana mencuri? yang dicuri siapa? nanti kalau sudah ditetapkan jadi capres, nah gitu. Capresnya mana, baru calon?” ungkap ketua MPR tersebut.

Zulkifli menganggap selama belum ditetapkan oleh KPU, Prabowo – Sandiaga diperbolehkan ke mana saja. Menurutnya, hal itu sah-sah saja dilakukan karena sesuai dengan aturan UU pemilu.

“Masa orang mau jadi presiden langsung disuruh tidur saja di rumah, diam saja? Kalau tidak melanggar peraturan boleh, kalau sudah ada aturan, baru tidak boleh. Baca aturannya,” tuturnya.

Sandi diketahui beberapa kali menunjungi kampus di sejumlah daerah pascadeklarasi pasangan Prabowo-Sandi. Pada peringatan HUT RI lalu, Prabowo-Sandiaga juga menyambangi Universitas Bung Karno (UBK) untuk menggelar upacara peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2018 lalu. Pekan lalu, diketahui Sandiaga juga mengunjungi Institut Pertanian Bogor (IPB).

Saat memberikan wejangan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (29/8), Sandiaga meminta agar para mahasiswa sebagai generasi muda tidak boleh baperan (bawa perasaan). Justu harus menjadi yang akan memastikan Indonesia di masa depan, kita adalah generasi zaman now.

Apalagi Indonesia, kata Sandi, Indonesia memiliki bonus demografi karena lebih setengah dari rakyat Indonesia adalah generasi milenial yang berada dalam usia produktif. “Karakteristik generasi zaman now, usia produktif harus kita maksimalkan, jangan kita mbosenin,” kata Sandi.

Berita Lainnya
Ini Daftar Pulau Reklamasi yang Izinnya Dicabut JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta menyatakan secara resmi mencabut 13 pulau reklamasi yang sudah mendapaptan izin. "Pencabutan ini sudah melalui verifikas...
Gubernur Anies: Hari Ini Reklamasi Resmi Dihentikan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan penghentian segala proyek reklamasi di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan Anies usai digelarnya...
Survei Indikator: 10 Partai Politik Gagal Masuk Parlemen JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dari total 16 parpol peserta pemilu 2019, elektabilitas PDI Perjuangan unggul dari 15 partai la...
Survei Indikator: Suara Partai di Parlemen Sebagian Masih Terbelah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melihat suara berbasis partai di pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih...
Survei Indikator: Cawapres Sandiaga Uno lebih Dikenal Masyarakat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih dikenal dibandingkan cawapres Maruf Amin dalam Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Dar...
Kanal: Nasional Pemilu