Loading...

Sandiaga minta Kepala Daerah Fokus Urusi Pembangunan Wilayahnya

BANTUL, TAJUKTIMUR.COM – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta para kepala daerah yang merupakan kader partai dalam koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Saniada Uno untuk fokus mengurusi pembangunan di wilayah masing-masing.

“Bagi kami kepala daerah yang terpilih kemarin fokus untuk mengurusi, melayani publik, mengurus pembangunan di wilayah masing-masing,” kata Sandiaga di sela berkunjung ke Pasar Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan Sandi menanggapi pernyataan awak media mengenai adanya kepala daerah yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres), bahkan mengadakan deklarasi dukungan kepada salah satu pasangan.

Menurut Sandi, ranah pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2019 itu berada di tangan Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres, sementara kepala daerah yang terpilih itu membawa amanah rakyat sehingga harus membangun wilayah masing-masing.

“Harus bertanggung jawab meningkatkan pelayanan publik, tidak harus menjadi anggota tim pemenangan kita, kita ingin mereka fokus, tapi seandainya mereka ikut tim pemenangan baik dari pihak lawan ataupun netral itu adalah hak politik masing-masing,” katanya.

“Dan itu nanti ada mekanisme sendiri yang akan mengatur. Saya tidak menyatakan itu (menjadi anggota tim pemenangan) boleh, itu masing-masing partai yang akan mengatur. Kami fokus membenahi ekonomi kita,” katanya.

Selain kepala daerah, katanya, bupati dan wali kota juga harus fokus mengurus masyarakat, mengurus pembangunanya di wilayah masing-masing dan tidak mengurusi pilpres yang justru bisa berdampak perpecahan pada rakyatnya.

“Setiap bupati fokus dalam pembangunan dan jangan ikut dalam pilpres, karena pilpres berpotensi memecah belah rakyat sendiri. Jadi ini yang menjadi penekanan kita,” katanya.

“Jadi kita tidak menginginkan para kepala daerah yang ada di tim Prabowo-Sandi itu ikut mengurusi pilpres karena akhirnya menyita waktu mereka untuk mengurusi layanan publik dan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Berita Lainnya
Heli MI-8 Lakukan ‘Water-Bombing’ Wilayah Terdampak Likuifaksi Sulteng PALU, TAJUKTIMUR.COM – Helikopter MI-8 mulai melakukan kegiatan water-bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak likuifaksi, seperti Petobo, Balar...
Iklan Rekening Dianggap Curi Start Kampanye, Ini Komentar Erick Thohir JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam pemasangan iklan berisi nomor reken...
Bawaslu: 32.000 Karyawan Freeport Terancam tidak ikut Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Anggota Bawaslu Papua Ronald Manoach mengatakan sekitar 32 ribu karyawan PT Freeport Indonesia terancam tidak memilih dalam Pemilu 2019 karena ...
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
Kanal: Nasional Pemilu