Loading...

Sekarga Harap Luhut Selesaikan Konflik Di Garuda

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -Sehubungan dengan banyaknya informasi yang beredar tentang rencana mogok yang akan dilakukan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Sekber SEKARGA kembali menegaskan  bahwa rencana mogok adalah upaya terakhir yang akan dilakukan agar pemerintah mau berperan aktif membantu menyelamatkan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena para kru dan karyawan Garuda Airlines (GA) sudah mencoba memberikan masukan kepada Menteri BUMN sejak tahun 2017 tetapi tidak mendapat Respon yang diharapkan.

Rencana Mogok ini sebenarnya merupakan bukti kecintaan para kru dan karyawan GA kepada Garuda
Indonesia agar permasalahan missmanagement yang terjadi di tubuh Garuda Indonesia
dapat diselesaikan oleh Pemerintah sehingga Garuda Indonesia tetap dapat membawa
konsumen Terbang Tinggi membawa bendera Bangsa.

Oleh karena itu kepada Mayarakat Indonesia, SEKARGA memohon maaf yang sebesar-besarnya atas rencana pelaksanaan mogok yang akan dilakukan karena pada saat ini PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk yang merupakan Perusahaan Publik sedang mengalami penurunan kinerja
di berbagai lini. Bahwa penurunan Harga saham GIAA yang terjadi terus menerus sampai
dengan penutupan hari kamis 31 Mei 2018 pada harga Rp 254 per lembar, dibandingkan
pada saat IPO harga saham Rp. 750 per lembar. Kondisi ini sangat merugikan Perusahaan
dan juga masyarakat luas, serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di
berbagai lini, dimana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja
tersebut.

“Rencana Mogok tersebut nantinya akan kami beritahu ke Publik paling lambat 7 (tujuh)
hari sebelum mogok dilakukan,” ujar ketua APG Bintang Hardiyono dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Sabtu pagi (2/6/2018).

Sesuai dengan konferensi pers terakhir pada tanggal 2 mei 2018, disampaikan bahwa SEKARGA akan menunggu respon dari Pemerintah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja kedepan. Keputusan tersebut diambil karena para kru dan karyawan sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen.

Ancaman mogok massal yang dikeluarkan oleh SEKARGA akhirnya mendapat respon dari Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan melalui adanya pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis lalu (31/5/2018). Dalam kesempatan itu para kr7 dan karyawan GA sangat berharap agar Menko Maritim dapat
membantu menyelesaikan masalah ini sehingga Mogok Kerja tidak perlu mereka lakukan.

“Kami bersyukur bahwa pada hari Kamis tanggal 31 Mei 2018 sudah dilakukan pertemuan
dengan Menko Maritim Bapak Luhut Binsar Panjaitan dan beliau akan segera mencari
solusi terbaik terkait Permasalahan ini”, ungkap Ketua Harian SEKARGA, Tomy Tampatty.

Berita Lainnya
Wapres Jusuf Kalla Yakin Pilkada Serentak Aman JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Wakil Presiden M Jusuf kalla menyakini pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada 17 Juni 2018 berlangsu...
Wiranto: Pelantikan Iwan Bule untuk Kawal Pilgub Jabar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Menko Polhukam Wiranto mengatakan pengangkatan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Polisi Mochamad Iriawan s...
Ratna Sarumpaet Datangi KPK Tagih Kasus Ganjar Pranowo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet bersama perwakilan masyarakat dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah...
Aman Abdurrahman Dijatuhi Vonis Mati JAKARTA TAJUKTIMUR.COM - Hakim Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Akhmad Jaini telah menjatuhkan hukuman pidana mati kepada Aman Abdurrahman dal...
Industri Manufaktur Kejar Produksi Setelah Libur Lebaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Industri manufaktur diyakini akan meningkatkan kembali produktivitasnya setelah masa libur panjang Lebaran tahun ini. Lonja...
Kanal: Nasional