Loading...

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Ancam Mogok Kerja

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Serikat Bersama Serikat Karyawan Garuda Indonesia mengancam mogok jika pemerintah dan pemegang saham tidak melakukan langkah perbaikan agar kinerja perseroan membaik.

Ketua Umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution mengatakan perbaikan yang dimaksud adalah restrukturisasi jumlah direksi dari delapan orang menjadi enam oran sesuai dengan peraturan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation).

Perbaikan kedua yang dituntut adalah mengganti direksi dengan mengutamakan profesional di bidang penerbangan yang berasal dari Garuda, karena memahami persoalan perseroan.

“Satu bulan dari sekarang, jika tidak ada perbaikan maka kami akan mogok,” ujar Irfan saat melakukan konferensi pers tentang “Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda” di Jakarta, Rabu.

Aksi mogok ini, menurut Irfan, adalah langkah terakhir untuk mendesak penyelamatan perusahaan. Sebelumnya, dia sudah memberitahu persoalan internal Garuda pada Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarmo, namun belum ada respons.

Menurut Irfan, Garuda menghadapi masalah terutama pada kinerja keuangan dan pergerakan nilai saham.

Kinerja keuangan terus menunjukkan tren merosot. Kerugian perusahaan membengkak hingga 2.378 persen, dari USD9,3 juta pada 2016 menjadi USD213,3 juta pada 2017. Pada periode yang sama, penerimaan perusahaan naik 8 persen menjadi USD4,1 miliar, namun pengeluaran operasional naik lebih tinggi atau 11,6 persen senilai USD4,2 miliar.

Nilai saham Garuda juga terus merosot, pada kuartal 4/2017 senilai Rp338 per lembar menjadi hanya Rp292 per lembar pada 25 April 2018.

“Kami simpulkan terjadi kegagalan manajemen di Garuda,” ujar Irfan.

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty mengatakan perusahaan mengalami kegagalan sistem penjadwalan kru yang diimplementasikan pada November 2017. Akibatnya, terjadi lonjakan pembatalan dan penundaan penerbangan yang mencapai puncaknya pada Desember 2017, dengan ratusan penerbangan ditunda.

Selain itu, kata Tomy, jabatan Direktur Kargo (Direktur Kargo dan Niaga Internasional) tidak diperlukan karena Garuda tidak mempunyai pesawat khusus kargo/freighter aircraft.

Menurut dia, dalam jabatan ini tidak ada peningkatan kinerja dan hanya menyebabkan pembengkakan biaya organisasi.

“Jadi Direktur Marketing dan Teknologi Informasi serta direktur Kargo bertanggungjawab terhadap merosotnya kinerja garuda,” ujar dia.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Bintang Hardiono mengatakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang baru saja digelar tidak mencerminkan figur-figur yang bisa menaikkan kinerja perseroan. Mereka mengangkat orang-orang yang bukan dari bisnis penerbangan menjadi pimpinan perseroan ini.

“Jadi Garuda kesannya hanya menambah portofolio orang-orang itu,” ujar dia.

Perlu diketahui, pilot, awak kabin dan karyawan Garuda pernah melakukan pemogokan pada Kamis, 26 Agutus 2011 pada pukul 00.00-23.59 WIB. Saat itu, pemogokan dipicu sikap diskriminasi manajemen Garuda soal pendapatan antara pilot lokal dan asing.

Selain itu, terus bertambahnya jumlah pesawat tidak diimbangi dengan jumlah penerbang yang memadai menyebabkan sangat padatnya jadwal terbang bagi pilot. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kelelahan yang kemudian dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Berita Lainnya
BASARNAS Butuh Kelengkapan Peralatan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -Badan Pencarian dan Pertolongan SAR Nasional (BASARNAS) terus berupaya  melengkapi peralatan pendukung operasi di lapangan. Hal ini disampaikan o...
Kepala Daerah Tidak Boleh Gerakkan ASN untuk Pilpres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan kepala daerah mempunyai hak untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wak...
Jawa Barat Miliki Sekolah Kopi Pertama di Indonesia SUMEDANG, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Jawa Barat menjadikan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Tanjung Sari di Sumedang sebagai bagian proye...
Bawaslu: Silakan Laporkan Penyebab Aksi Walkout SBY JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan, Partai Demokrat boleh melaporkan penyebab aksi walkout yang dilakukan oleh Susi...
FKDMI: Jangan ada Politisasi di Tempat Ibadah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia, Moh. Nur Huda mengimbau agar dai muda ikut berperan aktif dalam mengawal Pemilu 2...
Kanal: Nasional