Loading...

SMRC: Hoaks Ratna Sarumpaet tak Pengaruhi Elektabilitas Prabowo

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai kasus hoaks Ratna Sarumpaet tak akan mengurangi elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut dia, pemilih pasangan nomor urut 02 itu sudah solid.

Ia mengatakan, secara umum pemilih Prabowo merupakan masyarakat yang tak puas dengan kinerja pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Artinya, mereka akan tetap menganggap Prabowo sebagai pilihan alternatif.

“Karena pemilih Prabowo sebagian besar adalah yang anti-Jokowi. Apa pun yang dilakukan Prabowo, mereka akan punya pembenaran,” kata dia di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (7/10).

Meski begitu, Djayadi menambahkan, kasus hoaks itu membuat citra Prabowo menjadi negatif. Pasalnya, selama ini Prabowo selalu dikesankan sebagai pemimpin yang kuat, paham dengan masalah, serta mengerti dengan intelijen, mengingat latar belakangnya sebagai tentara.

Dengan adanya isu hoaks Ratna Saarumpaet, Prabowo akan kesulitan menambah suara dari masyarakat yang belum memilihnya. “Tapi secara elektoral tak akan membuat lari pemilih Prabowo,” kata dia.

Hal itu dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan penantang. Pasalnya, beberapa hasil lembaga menyebutkan elektabilitas pasangan penantang masih tertinggal cukup jauh dari pejawat.

Berdasarkan survei terbaru SMRC, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memiliki elektabilitas 60,4 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya memeroleh elektabilitas 29,8 persen.

Djayadi menegaskan, citra negatif itu mengakibatkan beban dan tugas Prabowo semakin berat untuk menarik pemilih yang belum menentukan pilihan, atau pemilih Jokowi-Ma’ruf yang masih berpotens berubah pikiran. Padahal, untuk mengejar ketertinggalan, Prabowo harusnya menargetkan para pemilih tersebut.

“Tapi dengan citra negartif ini menjadi lebih sulit. Karena tugas Prabowo sekarang menambah suara, sementara jokowi itu menjaga suara,” kata dia.

Djayadi mengakui, Prabowo sudah berusaha untuk mengakui kesalahannya. Paling tidak, pengakuan itu dapat membuat pendukungnya memaafkan.

Namun, menurut dia, perlu strategi lain dari tim kampanye Prabowo-Sandiaga untuk mengubah keadaan. “Harus menggunakan isu lain, tak bisa pakai isu itu (hoaks). Isu ekonomi, yang bisa laku di kalangan pemilih. Yang bisa menutupi itu,” kata dia.

Berita Lainnya
Heli MI-8 Lakukan ‘Water-Bombing’ Wilayah Terdampak Likuifaksi Sulteng PALU, TAJUKTIMUR.COM – Helikopter MI-8 mulai melakukan kegiatan water-bombing atau pengemboman material disinfektan di wilayah terdampak likuifaksi, seperti Petobo, Balar...
Iklan Rekening Dianggap Curi Start Kampanye, Ini Komentar Erick Thohir JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya dugaan pelanggaran kampanye dalam pemasangan iklan berisi nomor reken...
Bawaslu: 32.000 Karyawan Freeport Terancam tidak ikut Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Anggota Bawaslu Papua Ronald Manoach mengatakan sekitar 32 ribu karyawan PT Freeport Indonesia terancam tidak memilih dalam Pemilu 2019 karena ...
Istri Meninggal Dunia Saat Suami Tunaikan Tugas SAR di Palu PALU, TAJUKTIMUR.COM — Alfrits Rottie, anggota Basarnas Gorontalo sedang sibuk melakukan misi kemanusiaan terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tiba-...
Ketika Suara Kaum Ibu Menjadi Kekuatan Politik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tingginya tingkat populasi (jumlah) kaum perempuan di Indonesia ternyata menjadi target tersendiri dalam dunia politik terutama saat pilpres. Ta...
Kanal: Nasional Pemilu