Loading...

Soal Teknologi Pemantau Gempa, Indonesia Ketinggalan 20 Tahun dari Jepang

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan dalam teknologi pemantauan kegempaan sekitar 20 tahun dengan Jepang.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Indonesia hanya mempunyai alat sensor gempa dan tsunami sebanyak 170 unit, padahal luas wilayahnya hampir 6 juta kilometer persegi.

Sedangkan Jepang, negara yang hanya seluas Provinsi Jawa Barat mempunyai 1.000 lebih alat sensor gempa dan tsunami.

“Di Indonesia timur Indonesia belum rapat itu alatnya. Masyarakat di sana kan perlu dilindungi juga dari gempa,” ujar dia di Jakarta, Jumat.

Menurut Dwikorita, setiap tahun Indonesia rata-rata mengalami gempa lebih dari 2.000 kali, sebanyak 360 gempa di antaranya berkekuatan besar, lebih dari 5 Skala Richter (SR) artinya, Indonesia artinya mengalami gempa.

Menurut Dwikorita, alat sensor gempa dan tsunami juga diperlukan pada infrastruktur, seperti jalan tol dan bendungan.

Jalan tol di Indonesia, menurutnya banyak dibangun di zona gempa dan tsunami, seperti tol pantai barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa dan Trans Sulawesi.

“Di manapun di Indonesia kita sulit menghindari gempa. Yang penting itu ada gempa tapi tetap aman,” ujar dia.

(as)

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
F-PKS Minta Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengutuk penembakan brutal kepada pulu...
Kanal: Nasional