Loading...

Tak Bayar Sewa Satelit, Indonesia Digugat Avanti Communications

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Pemerintah Indonesia akan membayar denda hasil putusan Pengadilan Arbitrase Internasional senilai USD20 juta atas gugatan Perusahaan Inggris Avanti Communications karena tidak membayar sewa Satelit Artemis.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan nilai USD20 juta merupakan utang Pemerintah Indonesia terhadap Perusahaan Avanti Communications yang akan dibayarkan.

“Memang itu utang,” ujar Ryamzard di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin.

Dia menegaskan akan memenuhi putusan tersebut dan telah menyiapkan anggaran.

Sebelumnya, masalah muncul ketika Kementerian Pertahanan tidak dapat memenuhi pembayaran sewa satelit kepada Avanti, sejak 2016-2017.

Pada 10 Agustus lalu, Avanti mengajukan gugatan ke London International Court of Arbitration, dengan tuntutan ganti rugi USD17,08 juta.

Pengadilan mengeluarkan putusan yang meminta Indonesia membayar denda USD20 juta.

Berita Lainnya
Pakar Hukum: Pembebasan Baasyir Bisa Kacaukan Sistem Hukum JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai pembe...
Menkominfo Dorong Anak Muda Buat Konten Kreatif di Medsos JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak anak-anak muda, ter...
Presiden Jadi Peserta Acara Cukur Massal di Garut GARUT, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi wisata Situ Bagendit yang terletak di...
KPU tak lagi Bocorkan Kisi-Kisi Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan ...
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Bebas, TKN: Bukti Jokowi Cinta Ulama JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syad...
Kanal: Nasional