Loading...

Tol Laut Berhasil Turunkan Disparitas Harga Komoditi Di Kawasan Barat Dan Timur Indonesia

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Keberhasilan Program Tol Laut pemerintah melayari hingga ke daerah-daerah terluar dan terdepan Indonesia telah mengurangi disparitas harga-harga komoditi.

“Berdasarkan data olahan Kemendag yang kami himpun, penurunan komoditas 4-20 persen,” demikian diungkapkan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Bay M Hasani dalam Pers Background di Kementrian Perhubugan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurut Bay, produk-produk komoditi seperti kopi, beras, gula dan komoditi lainnya telah bisa didapatkan oleh masyarakat di kawasan timur Indonesia dengan harga yang lebih murah.

“Di Larantuka, beras yang pada Agustus 2016 seharga Rp12.000 perkilogram, pada Juni 2017 menjadi Rp10.000 atau terjadi penurunan 17 persen. Gula pasir dari Rp18.000 menjadi Rp15.000/kg atau turun 17 persen. Minyak goreng Rp17.000 menjadi Rp15.000/kg (12%), tepung terigu dari Rp10.000 menjadi Rp8.000/kg (20%), dan triplek 3mm dari Rp55.000 menjadi Rp53.000 (4%)”, ungkapnya.

Bay menambahkan, di beberapa daerah lain seperti di Papua dan juga wilayah kepulauan Riau juga terjadi penurunan harga yang significant.

“Di Fak-Fak beras Rp11.500 menjadi Rp10.000/kg atau turun 13% dan gula pasir Rp16.000/kg atau turun 6%, kemudian d Dobo gula pasir yang sebelumnya dijual Rp18.750 menjadi Rp15.200/kg atau turun 19% dan terrigu dari sebelumnya Rp12.000 menjadi Rp11.200/kg atau turun 7%. Di Anambas, harga beras mengalami penurunan harga hingga 14% dari Rp14.000 menjadi Rp12.000/kg dan gula pasir dari Ro16.000 menjadi Rp15.000/kg atau turun 6%”, jelasnya.

Lebih lanjut, keberhasilan program Tol Laut dalam menekan disparitas harga juga akan diteruskan hingga tidak lagi adanya perbedaan harga yang jauh, diantaranya dengan menambah rute pelayaran Tol Laut.

“Saat ini rute tol laut juga meningkat menjadi 13 rute dari sebelumnya tujuh rute,” tutup Bay.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Malam 212 Dianggap Bermuatan Politik, Yusuf Martak: Gak Usah Panik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membe...
Masyarakat dari Berbagai Penjuru Hadiri Malam Munajat 212 di Monas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Agenda munajat bertema "Meningkatkan Peran Ulama untuk Memperkuat Ukhuwah ...
PKS berjanji menghapus pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda Bidang Ekonomi, Muhammad ...
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
Kanal: Nasional